JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai pengguna jalan, pasti kerap melihat biker yang membantu pengendara motor lainnya ketika mogok. Biasanya bantuan antara biker ini mulai dari dorongan pake kaki (stut)) atau dengan cara menarik menggunakan tali.
Namun, aksi menarik kendaraan mogok yang tidak lazim oleh pengendara motor terlihat pada video yang diunggah oleh akun instagram Dashcam Indonesia, Rabu (11/8/2021).
Dalam rekaman tersebut, tampak biker yang sedang menarik angkot mogok menggunakan seutas tali yang dikaitkan pada sepeda motornya.
Aksi tersebut pun menuai banyak pujian dari warganet, tidak sedikit dari mereka yang mengaggumi perfoma motor tersebut.
Meski begitu, perlu dipahami bahwa aksi seperti itu tidak aman untuk dilakukan.
Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, motor menarik mobil sebetulnya sudah ada di Eropa, tapi motor tersebut sudah didesain dan dimodifikasi untuk menderek.
Menurut Sony, utamanya kendaraan yang menderek harus memiliki bobot yang lebih berat, tujuannya agar lebih seimbang dalam mengontrol kendaraan yang ada di belakang atau yang ditarik.
“Kalau sebaliknya, maka keseimbangannya jadi terganggu. Apabila mobil yang ditarik ngerem atau berpindah lajur, maka motor tersebut bisa selip atau jatuh,” kata dia.
Sony juga mengingatkan, kendaraan yang ditarik dengan mesin mati itu remnya tidak akan berfungsi. Motor tersebut bisa saja terlindas jika angkot yang ditarik olehnya gagal mengerem, di jalan menurun misalnya.
“Boleh membantu, itu baik. Tapi lebih penting berpikir aman, ditambah lagi pengendaranya tidak menggunakan alat ridding yang mumpuni,” ucap Sony.
https://otomotif.kompas.com/read/2021/08/12/080200515/viral-video-angkot-mogok-ditarik-sepeda-motor