Salin Artikel

3 Faktor Keselamatan bagi Perusahaan Truk dan Bus

JAKARTA, KOMPAS.com – Kecelakaan yang melibatkan kendaraan seperti truk dan bus memang masih terjadi di Indonesia. Faktor yang melatarbelakangi kejadian ini memang banyak, bisa dari kendaraan atau dari pengemudinya.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan tiga kunci keselamatan atau safety bagi perusahaan truk dan bus. Tiga kunci safety ini yaitu kompeten, disiplin, dan jujur.

“Kompeten artinya, semua orang yang meng-handle pekerjaan harus kompeten di bidangnya,” ucap Wildan dalam diskusi online beberapa waktu lalu.

Kedua, disiplin yang artinya setiap pekerjaan ada prosedur standar operasi (SOP) atau prosedurnya. Ketiga, soal jujur di sini bukan perkara tidak mencuri, melainkan harus jujur ketika tidak tahu soal bagaimana perawatan atau cara mengendarai sebuah kendaraan.

“Jadi pemiliki perusahaan menekankan kepada mekanik atau pengemudi untuk jujur, kalau tidak paham atau mengerti apa yang ada di buku manual, harus ngomong. Nanti bisa minta diajarkan atau dilatih oleh APM,” kata Wildan.

Selama ini, baik pengemudi maupun mekanik tidak pernah jujur, jadi mereka asal coba-coba saja untuk memperbaiki suatu masalah. Selain itu, juga ada rasa takut dipecat ketika bilang tidak bisa atau tidak paham ketika ditanya oleh bosnya.

“Ini yang salah, harusnya bilang sama bosnya enggak bisa, biar bosnya melatih,” ucapnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/07/03/110200215/3-faktor-keselamatan-bagi-perusahaan-truk-dan-bus

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.