Salin Artikel

Lebih Detail, Ini Teknik Mengerem Truk Saat di Turunan

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam berkendara, sistem pengereman jadi salah satu bagian yang vital. Sebab, sistem rem yang prima jadi salah satu kunci keselamatan di jalan.

Untuk kendaraan niaga seperti truk, mengerem tidak sesederhana injak pedal sedalam-dalamnya. Ada teknik mendetail agar sopir dapat mengurangi kecepatan truk dengan stabil dan aman.

Ahmad Wildan selaku Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjelaskan, ada langkah-langkah yang harus dilakukan sopir truk saat memulai proses mengerem di turunan.

Dalam materi bimbingan teknis yang dibagikan Wildan, Sabtu (29/5/2021), sebelum memasuki jalanan menurun, turunkan transmisi hingga yang paling rendah, gigi 2 atau 1. Mulai lepas tekanan pada pedal gas.

Wajib diingat, jangan pernah memposisikan perseneling pada posisi netral ketika truk memasuki jalan turunan.

Sebab laju truk bisa tidak terkendali dan tidak ada engine brake yang membantu memperlambat kecepatan.

Atur RPM pada kisaran 2.000-3.000 dengan exhaust brake dan rem gas buang. Apabila rem gas buang belum mampu menahan RPM 2.000-3.000, gunakan rem utama dengan menginjak pedal.

Saat jarum penanda RPM sudah sesuai dengan yang dikehendaki, lepas pedal rem utama dan mainkan exhaust brake. Ulangi prosedur itu sampai posisi aman.

Jika truk dilengkapi dengan retarder, gunakan level retarder yang sesuai dengan tingkat penggunaan dan pastikan putaran mesin pada angka RPM yang telah dijelaskan sebelumnya.

Pada takometer sebagai penunjuk RPM, ada zona-zona warna yang wajib diperhatikan. Atur agar jarum penunjuk RPM berada pada zona yang sesuai dengan kondisi saat berkendara.

Zona hijau pada takometer disarankan saat melaju di jalan datar untuk mendapatkan tenaga yang maksimal dan konsumsi bahan bakar yang irit.

Zona putih ditujukan ketika truk melaju di jalanan dengan kontur perbukitan penuh tanjakan dan turunan. RPM pada zona ini membuat truk mendapatkan torsi mesin yang maksimal.

Hindari jarum RPM berada pada zona merah. Sebab mesin bisa mengalami putaran yang berlebih atau overruning. Akibatnya mesin mudah mengalami overheat serta konsumsi BBM yang boros.

Wildan menegaskan untuk jangan menekan pedal rem utama terus menerus saat di turunan. Tindakan ini berisiko merusak tromol roda.

Usai melewati turunan, istirahatkan kendaraan untuk beberapa saat. Sebab tromol serta beberapa komponen sistem pengereman saat itu memiliki suhu yang tinggi akibat gesekan terus-menerus.

Sangat dilarang menyiramkan air pada komponen-komponen tersebut karena logam yang panas jika langsung bertemu air akan membuat logam deformasi dan berubah bentuk. Akibatnya, sistem pengereman jadi cacat.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/05/30/162100315/lebih-detail-ini-teknik-mengerem-truk-saat-di-turunan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.