Salin Artikel

Uji Praktik SIM Pakai E-Drives, Apa Bedanya?

JAKARTA, KOMPAS.com – Ujian praktik SIM sudah menggunakan metode E-Drives (Electronic Driving Test System). Bisa dibilang proses pengujian bakal berlangsung lebih ketat dan transparan, sebab pemohon akan diawasi sistem elektronik canggih.

Dalam presentasi peluncuran aplikasi Sinar (13/4/2021), disebutkan bahwa E-Drives pertama kali diterapkan sejak 2019 di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kemudian diikuti oleh enam satpas lainnya pada 2020, yaitu Polres Metro Bekasi, Polres Indramayu, Polres Banyumas, Polrestabes Surabaya, Polrestabes Makassar dan Polresta Pekanbaru.

Pada tahun 2021, e-Drives direncanakan akan dipasang di 20 Satpas di wilayah Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Ke depan akan dikembangkan di seluruh Satpas wilayah Indonesia.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengatakan, kelulusan dari ujian praktik SIM tidak lagi ditentukan oleh petugas, tapi ditentukan oleh sistem dengan menggunakan teknologi yang ada.

Menurutnya, penggunaan metode e-Drives ini merupakan modernisasi dan upaya peningkatan transparansi khususnya dalam ujian praktik SIM.

"Untuk melaksanakan ujian tersebut, lapangan ujian praktik ini dilengkapi beberapa teknologi, RFID atau Radio-frequency identification, sebuah teknologi nirkabel,” ucap Sambodo, dalam tayangan langsung (13/4/2021).

“Jadi pemohon akan diberikan kartu, kemudian kartu itu dikalungkan, sehingga ketika dia melewati berbagai macam rintangan, secara otomatis datanya sudah terekam di ruang kontrol," kata dia.

Di samping menggunakan teknologi RFID, dalam sistem e-Drives ini ada teknologi inframerah untuk memulai dan mengakhiri ujian.

Selain itu, juga ada sensor getaran yang ditanamkan dalam traffic cone yang menjadi rintangan ujian SIM.

“Jadi ketika kendaraan menyenggol, secara otomatis dia akan berbunyi dan akan mengirimkan sinyal ke ruang monitoring center sehingga seorang itu fail atau lulusnya ditentukan secara elektronik," ujar Sambodo.

Keseluruhan proses uji praktik SIM juga diawasi dengan menggunakan CCTV dan menggunakan pengeras suara. Alhasil, pemohon SIM tak bisa melakukan negosiasi dengan penguji agar diluluskan.

"Jadi meminimalisir adanya petugas dalam proses pengujian, menghindari terjadinya negosiasi antara pemohon dengan petugas. Jadi keseluruhan betul-betul ditentukan oleh sistem," ucap Sambodo.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/04/14/160200315/uji-praktik-sim-pakai-e-drives-apa-bedanya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.