Salin Artikel

[POPULER OTOMOTIF] Makin Galak, Kemenhub Potong 10 Truk ODOL di Bogor | Polisi Akan Tilang Mobil Pelat RFS dan Sejenisnya jika Langgar Aturan

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, kembali melakukan pemotongan truk Over Dimension Over Loading (ODOL), Rabu (24/3/2021).

Tidak tanggung-tanggung, kali ini ada 10 unit truk ODOL yang dinormalisasi. Semuaanya merupakan truk hasil penindakan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Kemang, UPPKB Balonggandu, dan UPPKB Losarang.

Budi mengatakan, proses pemotongan guna menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas dan kerusakan jalan akibat ODOL. Penertiban juga sudah rutin dilakukan sejak 2018 untuk mewujudkan Zero ODOL Nasional di 2023.

"Program ini dilakukan pemerintah sebagai aksi keprihatinan maraknya pelanggaran muatan dan dimensi kendaraan di jalan raya, yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan maupun kerusakan jalan, dan dapat mengganggu pergerakan perekonomian nasional," ucap Budi dalam keterangan resminya, Rabu (24/3/2021).

Selain itu, yang tak kalah menariknya lagi polisi akan tilang mobil pelat RFS dan sejenisnya jika langgar aturan.

Penasaran seperti apa, berikut 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Kamis 25 Maret 2021.

1. Polisi Akan Tilang Mobil Pelat RFS dan Sejenisnya jika Langgar Aturan

Kerap ditemui beberapa kendaraan berpelat hitam dengan awalan RF melaju seenaknya dan tidak mematuhi aturan lalu lintas. Bahkan ada juga yang dilengkapi dengan rotator atau strobo, serta dikawal petugas.

Hal ini tentu membuat pengendara lain geram, sebab pada dasarnya seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama di jalan raya.

Berkaca dari kondisi tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya serius menanggapi permasalahan ini. Pihaknya menjamin akan menindak tegas pemilik pelat RF yang seenaknya di jalanan.

“Bisa, bisa kita tindak. Dan sudah ada beberapa yang RFS-RFP semua yang nomor-nomor khusus itu sudah ditilang juga oleh anggota saya,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, dikutip dari NTMCPolri, Rabu (24/3/2021).

2.  Catat, Ini Daftar Lengkap 39 Titik Kamera ETLE di Surabaya

Korlantas Polri resmi menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional per 23 Maret 2021. Pada tahap awal, terdapat 12 Polda yang menerapkan ETLE nasional ini.

Polda Jatim jadi salah satu yang menerapkan. Pada tahap pertama, sudah terpasang sebanyak 54 kamera CCTV ETLE yang disebar di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, Batu, Tulunggangung, dan Madiun Kota. Khusus di Surabaya sendiri terdapat total 39 kamera CCTV ETLE.

Selain kamera CCTV ETLE yang bersifat statis, Polda Jatim juga tengah mengembangkan kamera INCAR yang bersifat portabel. Nantinya kamera INCAR akan terpasang di mobil patroli dan tersambung dengan aki mobil sehingga tidak perlu khawatir akan terjadi kehabisan daya baterai.

3. Mau Tahu Kena Tilang Elektronik atau Tidak? Begini Caranya

Tahap pertama tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) secara nasional resmi diberlakukan sejak 23 Maret 2021 lalu.

Melalui sistem tersebut, para pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas bakal diberi tahu pelanggarannya melalui pesan elektronik atau diantar ke rumah.

Bagi pengendara yang merasa ragu kena tilang atau tidak bisa mengeceknya sendiri. Caranya adalah memeriksa situs etle-pmj.info.

4. Cerita PO Harapan Jaya, Kuda Oranye Asal Tulungagung

Membahas Perusahaan Otobus (PO) di Indonesia, tentunya salah satu yang tidak bisa dilewatkan adalah PO Harapan Jaya. PO asal Tulungagung, Jawa Timur ini pun memiliki livery khas kombinasi warna putih dan oranye serta lukisan kuda di lambung bus bagian belakang.

Melansir dari website PO Harapan Jaya, PO dengan julukan kuda oranye ini didirikan sejak tahun 1977 oleh almarhum Harjaya Cahyana.

Pada saat itu, PO Harapan Jaya baru memiliki tiga armada yang melayani trayek Tulungagung – Kediri – Surabaya Pergi Pulang (PP).

Memiliki respon yang baik dari masyarakat, PO Harapan Jaya mulai merambah ke bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan membuka trayek baru Tulungagung – Jakarta pada tahun 1993.

5. Maraknya Perampasan Sopir Truk di Wilayah Tanjung Priok

Sebuah video yang diunggah pada akun Romansa Sopir Truck di Instagram memperlihatkan kejadian perampasan pada pengemudi truk. Berdasarkan keterangan di video, kejadian ini terjadi di Jalur Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pada kejadian ini terlihat dua orang perampas yang naik bahkan sampai memasukkan setengah badannya ke kabin truk. Terlihat mereka berhasil merampas telepon genggam milik pengemudi.

Melihat dari kolom komentar, kejadian serupa memang sering terjadi di daerah tersebut. Bahkan beberapa orang berkomentar kalau aksi ini sudah meresahkan dan merasa iba kepada sang pengemudi.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DIY Bambang Widjanarko mengatakan, kalau perampas sudah sampai naik ke kabin, mereka bisa mengancam sopir untuk mengambil apa saja yang ada di dalamnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/03/26/060200715/-populer-otomotif-makin-galak-kemenhub-potong-10-truk-odol-di-bogor-polisi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.