Salin Artikel

Jalan Tol Sering Macet, Pengelola Diminta Pertimbangkan Kenaikan Tarif

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah ruas tol di Indonesia secara berkala mengalami penyesuaian tarif. Terakhir, ada sembilan ruas tol yang dinaikkan tarifnya oleh pengelola jalan tol pada 17 Januari 2021.

Sembilan ruas tol yang disesuaikan tarifnya itu antara lain Ruas Tol JORR I ( Akses Tanjung Priok dan Segmen Bintaro Viaduct-Pondok Ranji), Tol Cipularang, Tol Padaleunyi, dan Tol Palimanan-Kanci.

Tak ketinggalan Tol Semarang (Seksi A, B, C), Tol Surabaya-Gempol, Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, dan Integrasi Tol Jakarta-Cikampek Layang.

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing, mengatakan, pihaknya menerima berbagai laporan dari pengguna jalan tol. Salah satunya komplain terkait kenaikan tarif yang tidak diikuti dengan peningkatan pelayanan.

Banyak konsumen keberatan lantaran jalan tol sering macet. Padahalnya jalan tol seharusnya tak mengenal istilah macet. Bahkan sudah diatur, bahwa kecepatan minimal di jalan tol adalah 60 kpj.

"Nyata-nyatanya sudah terjadi pelanggaran tentang kecepatan minimum, yakni 60 kpj. Ini bisa dikatakan 5 kpj, 10 kpj bahkan itu sudah ada di petunjuknya, ruas ini 5-10 kpj,” ujar David, dalam webinar yang disiarkan kanal YouTube BPKN (12/3/2021).

“Harusnya ketika pengelola jalan tol menunjukkan di layar elektronik itu informasi demikian harusnya malu. Kenapa bisa terjadi seperti itu, padahal sudah diatur harusnya minimum 60 kpj," katanya.

Ia juga mengatakan, dalam standar pelayanan minimum (SPM), dikatakan bahwa pengelola jalan tol harus bisa menjaga situasi jalanan harus lancar.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BPKN RI Rizal E. Halim mengatakan, hampir setiap hari pengguna jalan tol merasakan SPM yang belum terpenuhi.

“Enggak usah jauh-jauh, di Jakarta-Serpong, Jakarta-Merak, Jagorawi, semuanya jalannya 10 kpj, 15 kpj di jam-jam khusus,” ucap Rizal.

“Apakah ini yang kemudian diharapkan pemerintah? Tentu tidak. Karena ini akan menghambat dan akan mendorong yang namanya ekonomi berbiaya tinggi," tuturnya.

Sementara itu, Joko Susanto Kasubbid Operasi dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengakui bahwa kemacetan di jalan tol itu ada beberapa faktornya.

Salah satunya adalah disebabkan oleh kendaraan yang kelebihan muatan atau truk over-dimension over-load (ODOL).

“Truk ODOL itu ada dua dampaknya (lambat dan merusak jalan). Truk ODOL tidak memenuhi standar kecepatan, di luar minimal 60 kpj, itu mengakibatkan kecepatan jalan tol yang semakin lambat,” ujar Joko.

Joko juga mengatakan, terkait truk ODOL yang membuat laju lalu lintas di jalan tol semakin lambat, pihaknya telah menggandeng Kementerian Perhubungan dan Kepolisian.

“Kami punya target bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan pihak kepolisian di jalan tol zero ODOL tahun 2023. Artinya tiap bulan kita melakukan operasi-operasi penindakan terhadap truk ODOL," kata dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/03/13/152200515/jalan-tol-sering-macet-pengelola-diminta-pertimbangkan-kenaikan-tarif

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.