Salin Artikel

Merawat Mesin Motuba Jangan Sering ke Bengkel

Jakarta, KOMPAS.com - Mobil tua bangka (motuba) atau golongan retro sampai klasik memang punya segmentasi sendiri di Indonesia. Penggemar motuba boleh lagi resah, seiring diembuskan lagi isu pembatasan mobil usia 10 tahun ke atas untuk akses ke Ibu Kota.

Tapi, di sisi lain, merawat mobil tua memang mengasyikan bagi sebagian pengemar. Bicara perawatan, salah satu komponen utama yang biasanya menurun performanya adalah mesin. Biasanya, tarikan terasa lebih berat dari biasanya, jauh berbeda kalau lagi mengemudikan mobil baru.

Bagi penggemar motuba baru, kalau mesin sudah terasa berat, biasanya langsung ke bengkel. Sebetulnya, ada cara yang lebih mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah, sambil berinteraksi langsung dengan mobil pujaan.

Cara merawat mobil tua kesayangan ini kemudian diceritakan oleh Pakar dari Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI) Juergen Gunawan. 

Dia mengatakan, performa mesin mobil tua biasanya disebabkan karena guratan atau luka pada dinding mesin (metal scratch) pada ruang pembakaran. Mengatasinya, kata Juergen, juga bukan sesuatu yang sulit dilakukan.

Paling mudah, katanya, adalah memanfaatkan cairan perawatan baja (metal treatment). Produk ini bisa ditemukan di toko pelumas, aksesori, atau lapak yang jual berbagai macam produk perawatan kendaraan. Mereknya dan harganya beragam bisa disesuaikan dengan kantong.

"(Cairan) Metal treatment tinggal dimasukan ke dalam pelumas. Nantinya cairan akan langsung bereaksi mereduksi metal tanpa mengganggu fisika dan kimia pelumas," kata Juergen di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Cairan ini, kata dia, akann mempermudah kinerja mesin. Selain itu, akan habis terkuras ketika mobil melakukan perawatan berkala, yakni ganti oli.

Menurut Juergen, metal treatment mampu merontokan carbon deposit maupun memperbaiki goresan di ruang pembakaran. Sepanjang ketebalannya tidak lebih dari 3 mikron.

Pasalnya, tidak ada cairan metal treatment di pasar yang mampu menghilangkan tumpukan karbon jika sudah lebih dari 3 mikron.

Jadi, kuncinya di sini adalah observasi dahulu. Lihat dahulu seberapa tebal tumpukan karbon pada dinding mesin.

"Kalau masih di bawah 3 mikron, pemilik mobil tua tidak perlu buru-buru ke bengkel. Karena masih bisa dicover dengan metal treatment ini," ujar Presiden Direktur PT Willbern Tritium Indonesia ini.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/02/27/100200315/merawat-mesin-motuba-jangan-sering-ke-bengkel

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.