Salin Artikel

Kenapa Konsumen Masih Setia dengan Isuzu Panther

JAKARTA, KOMPAS.com – Awal 2021 menjadi tahun yang cukup menyedihkan karena Isuzu Panther akhirnya resmi stop produksi di Indonesia. Sejarah singkat, Panther sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1991 dan memiliki empat generasi.

Selama perjalanannya, sudah ada 433.117 unit Panther yang didistribusikan ke konsumen di Indonesia. Selain itu muncul juga loyalis Isuzu Panther yang merawat mobilnya dengan baik bahkan masih digunakan sampai saat ini.

Isuzu Panther sendiri terkenal akan mesinnya yang tangguh serta ekonomis. Selain itu ada beberapa alasan lainnya mengapa masih banyak konsumenn yang tetap setia menggunakan Isuzu Panther.

“Pertama murah bahan bakarnya, masih Rp 5.150 per liter. Kita sebutnya Solar busuk dan Panther masih kuat pakai itu,” ucap Felix Valentino Partomuan Pakpahan, Sekretarsi Jenderal Panther Mania kepada Kompas.com, Rabu (10/2/2021).

Alasan kedua yaitu Panther irit bahan bakar dan pajaknya yang relatif murah. Selain itu karena modelnya Multi-Purpose Vehicle (MPV), Panther bisa memuat banyak penumpang.

“Selain itu Panther juga low maintenance, cukup rutin ganti oli, filter oli, filter solar, dan filter udara. Selain itu harganya juga terjangkau,” kata Felix.

Kemudian, soal keiritan BBM Panther, Felix mengatakan kalau bisa menyisihkan uang untuk melakukan modifikasi. Misalnya seperti Panther New High Grade lansiran 2000 yang dia modifikasi menjadi campervan untuk road trip dan camping.

Kemudian bagi yang berminat meminang Panther bekas, untuk generasi pertama atau Panther Kotak, dibanderol mulai dari Rp 30 juta sampai Rp 50 jutaan. Sedangkan untuk generasi terakhir atau Panther Kapsul, dibanderol mulai dari Rp 120 juta sampai Rp 170 jutaan.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/02/11/072200215/kenapa-konsumen-masih-setia-dengan-isuzu-panther

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.