Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pakai Boks Motor untuk Touring, Perhatikan Cara Pemasangannya

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak yang ingin memanfaatkan momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) untuk berkendara jarak jauh alias touring. Untuk itu, banyak juga yang memasang boks motor untuk membawa barang-barang.

Sayangnya, tak sedikit yang paham batasan-batasan dalam memasang boks motor. Sehingga, mengesampingkan faktor keamanan saat berkendara.

Asep Wawan Tamy Pratama, Instruktur Safety Riding PT Daya Adicipta Motora (DAM), mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memasang boks motor, terutama dari cara pemasangannya.

"Bobot isi pada boks disarankan maksimal sama dengan berat seorang penumpang setelah boks dipasang," ujar Asep, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Asep mengatakan, lebar boks tidak boleh melebihi ujung setang. Tak hanya lebarnya saja, tinggi boks juga tidak boleh melebihi punggung pengemudi.

"Pastikan besi penopang boks atau bracket terpasang kuat dan ujung belakang boks tidak melebihi ujung sepatbor belakang. Disarankan untuk pemilik motor yang menggunakan boks untuk melakukan penyetelan ulang pada bagian komstir agar tidak goyang atau getar," kata Asep.

Menurut Asep, motor yang diberi boks tambahan membutuhkan pengendalian yang ekstra hati-hati dari pengendaranya. Hal ini dikarenakan bobot motor cenderung berat ke belakang. Sehingga, pergerakan setan kemudi menjadi lebih lincah.

"Jangan lupa juga untuk memilih boks motor sesuai kapasitas mesin motor. Jangan terlalu membebani, serta memiliki kualitas dan standar keamanan yang terbaik," ujar Asep.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/17/101200315/pakai-boks-motor-untuk-touring-perhatikan-cara-pemasangannya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke