Salin Artikel

Beli Mobil Bekas Jangan Terpaku pada Odometer

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang akhir tahun seperti ini kebutuhan akan mobil setengah pakai semakin tinggi.

Tidak sedikit masyarakat membeli mobil seken menjelang pergantian tahun ini lantaran kebutuhan untuk melakukan perjalanan seperti berlibur atau mudik.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, menggunakan kendaraan pribadi dirasa menjadi cara yang paling aman dan nyaman saat melakukan perjalanan bersama keluarga.

Memilih mobil setengah pakai sebaiknya juga disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan ruang garasi yang ada.

Selain itu, kondisi mobil seken yang akan dibeli juga dipastikan dalam keadaan prima dan siap untuk digunakan.

Selama ini tidak sedikit konsumen yang terpaku pada jumlah angka pada odometer mobil yang akan dibelinya.

Banyak yang percaya bahwa semakin sedikit angka pada penunjuk jarak tempuh kendaraan tersebut maka kondisi kendaraan juga akan semakin bagus.

Benarkah angka odometer bisa dijadikan acuan saat membeli mobil seken? Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih mengatakan, angka pada odometer tidaklah terlalu penting ketika membeli mobil bekas.

Menurutnya, yang lebih penting adalah mengetahui sejarah perawatan kendaraan yang akan dibelinya tersebut.

“Menurut saya mengenai jarak tempuh atau angka di odometer itu tidak begitu penting, yang terpenting adalah perawatannya. Semakin bagus perawatannya juga akan semakin baik kondisi mobilnya,” ujar Herjanto kepada Kompas.com beberapa hari lalu.

Meskipun, lanjutnya, selama ini ada yang beranggapan bahwa mobil dengan angka di odometer semakin banyak maka mobil tersebut masuk kategori “capek”.

“Jika perawatannya terjaga meski kendaraan sudah menempuh jarak yang jauh tetapi kondisinya juga tetap bagus,” ucapnya.

Apalagi, selama ini praktik manipulasi data odometer juga bisa dilakukan dengan mudah oleh oknum penjual kendaraan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Service Part Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Anjar Rosjadi.

Anjar mengatakan, bahwa kondisi mobil bekas tidak bisa ditentukan dari angka yang ada pada odometernya saja.

“Sebetulnya angka odometer tidak bisa jadi patokan utama. Riwayat berkala kendaraan itu sendiri lah yang menentukan,” kata Anjar.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/12/13/120100215/beli-mobil-bekas-jangan-terpaku-pada-odometer

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.