Salin Artikel

[POPULER OTOMOTIF] MPV Bekas Rp 70 Jutaan | Ancaman Mobil Listrik | Pengkhianatan Ferrari

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen libur akhir tahun merangsang bisnis mobil bekas kembali bergairah. Hal tersebut lantaran adanya kebutuhan untuk mudik ataupun berlibur ke luar kota.

Dari sekian banyak model yang ada, jenis multi purpose vehicle atau MPV tetap menjadi idola yang banyak jadi incaran. Namun demikian, MPV yang banyak diburu cenderung mengarah ke harga yang murah dengan usia pakai yang bisa dibilang tak lagi muda.

Kisaran harga murah yang dimaksud adalah di bawah Rp 100 juta, contohnya MPV lawas dengan banderol Rp 70 jutaan. Pilihannya cukup banyak dan bervariasi dari semua merek yang ada.

Contoh seperti Toyota Kijang LGX 2002 dengan banderol Rp 78 juta, Avanza G 2005 Rp 76 juta, Nissan Evalia 1.5 XV AT 2012 Rp 73 juta, sampai Honda Stream lansiran 2004 yang dipasarkan Rp 73,5 juta.

Kabar soal MPV bekas dengan kisaran harga Rp 70 jutaan menjadi salah satu berita terpopuler.

Namun, selain itu masih ada beberapa berita menarik lainnya yang menjadi sorotan pada Jumat 27 November 2020.

Berikut ringkasannya ;

1. Mobil Listrik Menciptakan Ancaman Bagi Industri Komponen Lokal

Seperti diketahui, belakangan ini kembali ramai informasi seputar perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut tak lepas dari terbitnya beberapa regulasi dan penetapan target mengenai populasi kendaraan listrik sebanyak 20 persen pada 2025.

Layaknya dua sisi mata koin, adanya target memberikan harapan sekaligus kepastian soal keseriusan perkembangan ekosistem kendaraan elektrikfikasi di Tanah Air.

Namun di sisi lain, keberadaan kendaraan listrik bisa diibaratkan seperti "tumor jinak" yang berlahan tapi pasti siap memberangus bisnis komponen otomotif kendaraan konvensional.

Karena itu, bila era mobil listrik sudah menjamur, harus dihitung lagi berapa potensi kerugian industri otomotif dan pendukungnya. Di sisi lain, juga perlu diperhatikan terciptanya bisnis baru dari era mobil listrik ini, apakah bisa mengkonpensasi kerugian atau justru bisa surplus.

2. Kejadian Lagi Truk Mundur di Tanjakan, Minimnnya Skill Pengemudi

Bicara soal keselamatan berkendara tak hanya sekadar menjaga jarak dan memperhatikan kondisi kendaraan, tapi juga erat kaitannya dengan masalah keahlian dari pengemudinya.

Memang masalah klasik, namun menjadi menarik untuk diulas lagi ketika ada kejadian yang terkiat. Contoh seperti viralnya video sebuah truk mundur dan menabrak pembatas jalan yang diduga lantaran tak kuat menanjak.

Karena menurut pengiat safety driving, insiden tersebut bukan karena soal kendaraan, tapi justru pengemudinya yang gagal mengantisipasi kondisi.

3. Viral Video Ambulans Tabrak Polisi di Banyuwangi

Masih terkait soal safety driving, kali ini mengenai video viral sebuah ambulans yang lawan arah dan menabrak anggota polisi di Banyuwangi yang berkendara menggunakan Honda PCX.

Pada dasarnya memang ambulans memiliki hak istimewa dalam beberapa kondisi tertentu, tapi yang harus diingat seberapapun daruratnya orang, seberapapun hak prioritas orang, mereka tetap tidak punya hak diskresi adalam rekayasa lalu lintas.

Artinya, meskipun ambulans masuk dalam tujuh golongan kendaraan yang diprioritaskan, tapi pada konteksnya tetap harus patuh terhadap rambu-rambu lalu lintas.

4. Maradona Pernah Memaksa Ferrari Khianati Warna Merah

Legenda sepak bola Diego Maradona tutup usia. Pemain asal Argentina yang dikenal dengan sebutan "Hans of God" tersebut ternyata juga memiliki kecintaan tersendiri pada dunia otomotif.

Hal tersebut bisa dilihat dari ragam koleksi mobil mewah yang dimiliki Maradona. Mulai dari Fiat Europa 128 CLS, Ferrari Testarossa, Porsche 924, BMW i8, dan lainnya.

Menariknya, Maradona ternyata menjadi salah satu orang penting yang berhasil membuat Ferrari menghianati ciri khas warna merahnya ketika dia memesan Testarossa dengan kelir hitam.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/11/28/063200015/-populer-otomotif-mpv-bekas-rp-70-jutaan-ancaman-mobil-listrik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.