Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jangan Asal Wangi, Begini Pilih Pengharum Mobil yang Aman

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi kabin yang bebas dari bau tak sedap dapat membuat pengemudi bisa lebih berkonsentrasi. Untuk itu, banyak yang memilih untuk menggunakan parfum atau pengharum mobil.

Sekarang ini, sudah banyak dijual di pasaran pengharum kabin dengan aroma yang beragam. Menggunakan pewangi mobil tidak ada salahnya, tapi harus bijak dalam memilih aromanya.

"Untuk parfum mobil sebaiknya menggunakan wangi aroma terapi," ujar Christopher Sebastian, Presiden Direktur XTO Car Care, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Christopher menambahkan, untuk kendaraan sebaiknya menggunakan aroma yang tidak terlalu menyengat, disarankan aroma terapi teh atau kopi. Sebab, jika menggunakan aroma yang menyengat akan membuat mual dan mudah pusing akibat menghirup bau yang terlalu wangi.

"Pemilihan jenis parfum mobil juga harus diperhatikan. Karena ada beberapa jenis yang bisa berdampak negatif pada interior mobil," kata Christopher.

Christopher menyarankan, jika pengharum mobil berbentuk gel, sebaiknya jangan diletakkan di kisi-kisi AC. Sebab, dapat membuat kisi-kisi AC muncul bercak kuning, kerak, dan bau apek, akibat silikon dari gel tersebut.

Jika ingin pengharum mobil yang lebih awet dibanding gel, bisa menggunakan pewangi yang berbentuk spray. Christopher menyarankan, cukup semprotkan pada sudut bawah jok saja.

"Jangan sampai terkena dasbor saat menyemprotkan parfum, karena bisa menimbulkan flek putih akibat cairan spray yang mengering," ujar Christopher.

Menurut Christopher, paling aman adalah pengharum yang berbentuk cair. Untuk penempatannya, bisa diletakkan pada kisi-kisi AC agar wangi dapat menyebar dengan baik, dibanding diletakkan di atas dasbor.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/13/102200415/jangan-asal-wangi-begini-pilih-pengharum-mobil-yang-aman

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke