Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

3 Produk Lokal Suzuki Dongkrak Pasar Saat Pandemi

JAKARTA, KOMPAS.com - Merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) telah mengantongi beberapa pencapaian. Perjalanan setengah abad menemani aktivitas masyarakat telah menuaikan beberapa hasil positif.

Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda, Suzuki masih bisa eksis dari segi penjualan produk roda empatnya. Hal ini ditunjukan dari perbandingan market share di tahun lalu.

Donny Saputra, Marketing Director PT SIS, menjelaskan bila wholesas Suzuki mengalamai kenaikan mencapai 2,4 persen, sedangkan untuk retail tumbuh 2,6 persen.

"Selama pandemi, pada Juni 2020 menjadi market share bulanan tertinggi bagi Suzuki untuk wholesales sejak 2015 lalu, maksudnya ini volume market share bukan kuantiti," kata Donny saat diskusi virtual di acara Ngovid, Rabu (30/9/2020).

Berkaca dari data terakhir yang diberikan, dari Januari hingga Agustus 2020, jika dibandingkan periode yang sama pada 2019, Suzuki berhasil mengalami peningkatan pangsa tertinggi di pasar mobil nasional, yakni sebesar 2,6 persen dari 9,82 persen year on year (YoY) menjadi 12,42 persen pada periode yang sama di 2020 untuk penjualan retail.

Menariknya lagi, pertumbuhan tersebut diraih oleh produk-produk lokal buatan dalam negeri. Sumbangsih terbesar untuk wholesales didongkrak oleh produk kendaraan niaganya, yakni Carry Pikap yang diklaim Donny tumbuh dari 51 persen menjadi 53 persen pada Agusutus lalu.

Dengan pencapaian tersebut, pangsa pasar Carry terdongkrak 10 persen sepanjang Januari-Agustus dibandingkan periode tahun lalu yang menjadi 61 persen. Bahkan di Agustus lalu, Carry tercatat menjadi mobil terlaris di Indonesia dengan penjualan retail 3.111 unit dan meraih pangsa pasar low pick up 66 persen.

"Bila kita lihat dari data keseluruhan di segmen komersial, kendaraan niaga ringan memang jauh lebih tumbuh dibanding yang besar. Kenapa, karena jenis kendaraan ini banyak digunakan pelaku usaha UKM dan sebagainya yang memang secara bisnis langsung menyentuh ke masyarakat," kata Donny.

Pencapain kedua yang sedang tumbuh adalah SUV murah yang baru saja meluncur pada Februari lalu, yaitu XL7, dengan berkontribusi sebesar 16 persen dari penjualan Suzuki, dan dilanjutkan dengan MPV murahnya, Ertiga.

Untuk retail sendiri, Carry pikap berkontribusi 55 persen sampai Agustus. Setelah itu, posisi kedua ditempati Ertiga dengan perolehan 15 persen atau mencapai 6.870 unit, dan urutan terakhir XL7 sebesar 11 persen atau 5.095 unit.

"Jadi kalau melihat dari itu semua, produk lokal berkontribusi sebesar 90 persen. Untuk momen 50 tahun Suzuki, sendiri, kami ingin kedepan menguatkan segmen kendaraan penumpang. Melihat dari demografinya, kendaraan penumpang ke depan memang akan tumbuh," Ujar Donny.

"Strategi ke depan, untuk kendaraan niaga akan lebih soal kebutuhan, kalau kendaraan penumpang bukan cuman bicara kebutuhan saja, tapi juga status sosial. Kami juga akan melakukan terobosan-terobosan baru di kendaraan penumpang," kata dia.

Bicara soal kendaraan penumpang, menurut Donny ke depannya Suzuki akan memiliki beberapa produk baru yang sedang disiapkan hingga saat ini. Salah satunya mobil kendaraan ramah lingkungan dengan teknologi hibrida serta produk lain yang sesuai dengan karakter Indonesia.

Ketika disinggung soal pencapaian dari sisi manufaktur, Donny mengatkaan pada akhir 2019 lalu, produksinya sudah hampir mencapai 2 juta unit. Berawal dari pabrik di Pulogadung, hingga saat ini ada empat pabrik, yakni di Cakung Kampung 1, Cakung Kampung 2, dan Cikarang.

Tak hanya itu saja, dari segi penggunaan material atau kandungan lokal konten, Donny mengklaim jajaran produknya sudah menggunakan 85 persen komponen dalam negeri.

"Strategi kami memperkuat pasar domestik dan ekpor kami di 50 tahun Suzuki, untuk 2020 ini kami optimis menjadi tiga besar lagi dan kami ingin menjadi pabrikan yang diperhitungkan di Indonesia," kata Donny.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/10/03/114200415/3-produk-lokal-suzuki-dongkrak-pasar-saat-pandemi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke