Salin Artikel

Mobil Jarang Dipakai Selama PSBB, Hati-hati Bisa Jadi Sarang Tikus

JAKARTA, KOMPAS.com - Adanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, otomatis membuat intensitas penggunaan kendaraan roda empat juga akan berkurang.

Jika biasanya mobil menjadi transportasi utama yang digunakan sehari-hari guna menunjang pekerjaan.

Tetapi dengan adanya pembatasan aktivitas tersebut membuat kendaraan roda empat akan lebih banyak terparkir di garasi.

Hal ini karena, seperti PSBB pertama yang lalu banyak perusahaan yang menerapkan kebijakan baru menyusul adanya aturan tersebut. Yakni karyawan melakukan pekerjaannya dari rumah atau work from home (WFH).

Mobil yang terlalu lama terparkir di garasi bukan berarti mobil akan menjadi lebih awet lantara jarang digunakan.

Sebaliknya, ada sejumlah potensi kerusakan yang bisa terjadi jika kendaraan terlalu jarang digunakan.

Tidak hanya itu, ancaman dari hewan pengerat seperti tikus atau pun serangga juga bisa merusak kelistrikan atau komponen lainnya.

Dealer Technical Support PT Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan, keberadaan tikus di ruang mesin atau bagian lain di mobil memang sering terjadi.

Terlebih, jika kendaraan roda empat tersebut lebih banyak terparkir di garasi atau jarang digunakan.

Adanya celah yang bisa dilalui tikus membuatnya semakin mudah masuk ke ruang mesin atau bahkan kabin dan menimbulkan kerusakan.

“Ada konsumen yang mengalami kerusakan mobil karena kabel digigit tikus, biasanya tikus kan meninggalkan jejak seperti kotoran maupun jejak kakinya,” katanya kepada Kompas.com belum lama ini.

Adanya kotoran atau sampah yang dibawa tikus, lanjut Didi, bisa menyebabkan adanya tikus lainnya turut datang ke wilayah yang “ditandai” tersebut.

“(bau dan sampah) itu yang mungkin bisa mengundang tikus lain untuk datang,” ujarnya.

Parahnya, kondisi ini jarang disadari oleh pemilik kendaraan karena kurang memperhatikan kondisi di sekitar tempat parkir kendaraannya.

Kebanyakan baru diketahui adanya kerusakan ketika mobil akan digunakan atau saat akan digunakan mobil mengalami kerusakan.

“Tikus kan hewan pengerat, mungkin untuk menghindari giginya tumbuh terus dia menggigit apa saja yang ada di ruang mesin. Bisa plastik bisa juga kabel-kabel,” ucapnya.

Kondisi ini tentunya cukup berbahaya, mengingat jika ada kabel kelistrikan yang terputus bukan hanya mesin mengalami kendala.

Tidak menutup kemungkinan bisa terjadi korsleting listrik yang bisa menyebabkan mobil terbakar.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/14/101200115/mobil-jarang-dipakai-selama-psbb-hati-hati-bisa-jadi-sarang-tikus

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.