Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ketahui Berbagai Tipe Jetbus 3+ dari Karoseri Adiputro

JAKARTA, KOMPAS.com – Adiputro merupakan karoseri asal Malang yang membuat bodi bus baik besar sampai mikro bus. Saat ini, Adiputro bisa dikatakan sebagai karoseri paling digemari oleh berbagai perusahaan otobus (PO).

Model bus besar Adiputro sering ditemui di terminal-terminal dan menjadi favorit karena bentuknya yang aman, tidak banyak sudut tajam yang diterima oleh masyarakat. Saat ini varian terbaru dari Adiputro yaitu Jetbus 3+.

Kemudian tipe Jetbus 3+ ini paling banyak jadi referensi bagi karoseri kecil yang sering melakukan facelift bodi. Hal ini disebabkan spare parts dari model Jetbus yang mudah ditemui di pasaran.

Jetbus 3+ ini dibagi lagi menjadi berbagai model yang disesuaikan dengan dimensinya. Untuk bus besar, varian dari Jetbus 3+ dimulai dari High Decker Double Glass (HDD), MHD, Super High Decker (SHD), Ultra High Decker (UHD), dan Super Double Decker (SDD).

Jetbus 3+ HDD merupakan tipe double glass atau kaca depan ganda dari varian lama yang sebenarnya sudah memiliki dek yang tinggi. Dimensi dari Jetbus 3+ HDD ini memiliki tinggi 3,724 meter, lebar 2,5 meter dan panjang 12 meter.

Berbagai tipe sasis bisa dipasang pada bodi Jetbus 3+ HDD ini, mulai dari pabrikan Jepang seperti Hino sampai Eropa seperti Mercedes-Benz dan Scania.

Kemudian beralih ke Jetbus 3+ MHD, sebenarnya belum jelas kepanjangan dari MHD ini. Ada yang mengatakan Medium High Decker atau Motor High Decker. Hal yang spesial dari Jetbus 3+ MHD ini yaitu bagasinya yang bisa memuat motor walaupun dimensinya sama dengan model HDD.

Dimensinya sama dengan model HDD, namun memiliki ground clearance yang lebih rendah kemudian lantai kabin yang lebih tinggi. Gabungan kedua hal tadi menciptakan ruang bagasi yang ekstra luas.

Agar bisa memaksimalkan ruang bagasi, model MHD lebih cocok menggunakan sasis modular atau space frame. Sasis ini tidak memiliki batang baja yang melintang dari depan ke belakang, sehingga bagasi bus tembus dari kiri ke kanan.

Bodi selanjutnya yaitu SHD, memiliki dimensi yang lebih tinggi dari HDD dan MHD. Dimensi dari bus SHD yaitu memiliki tinggi 3,850 meter, sedangkan panjang dan lebarnya sama dengan model HDD dan MHD.

Tipe bus SHD sendiri bisa untuk dipasangi sasis tronton dari eropa. Mulai dari yang memiliki tenaga di atas 300 HP sampai model triple axle. Misalnya bus SHD miliki PO SAN yang menggunakan sasis Scania K410iB.

Untuk varian UHD, termasuk bodi bus dek tunggal paling tinggi dari varian Jetbus 3+. Memiliki tinggi 4 meter dan panjang 13,5 meter. Dikarenakan berat dari bodinya yang berat, bodi UHD harus menggunakan sasis tronton triple axle yang bisa mengangkut sampai 25 ton.

Kemudian untuk bus paling besar yang dibuat oleh Adiputro yaitu SDD atau tipe bus tingkat. Memiliki tinggi 4,130 meter dengan panjang 13,5 meter dan lebar 2,5 meter. Sama seperti UHD, model SDD harus memakai sasis triple axle.

Jika pada model UHD bagian bawah dijadikan bagasi, pada model SDD dijadikan kabin lantai bawah. Untuk bagasinya sendiri, model bus SDD memanfaatkan ruang di atas roda belakang bus.

Supervisor Marketing karoseri Adiputro, Adi Bagus mengatakan kalau bus double decker sendiri memiliki syarat tersendiri, mulai dari tipe sasis yang digunakan sampai berapa tenaga yang dikeluarkan dari mesinnya.

“Yang pertama yaitu punya dua as roda belakang, lalu kemampuan angkutnya bisa sampai 25 ton. Sasis yang bisa digunakan seperti dari merek Volvo, Mercedes Benz, dan Scania,” ucap Adi kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Selain itu, bisa menggunakan mesin yang memiliki tenaga yang besar. Misalnya seperti sasis dari Volvo yang memiliki tenaga sebesar 430 HP. Besarnya tenaga disesuaikan dengan berat yang diangkut oleh bus tersebut.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/08/10/130100715/ketahui-berbagai-tipe-jetbus-3-dari-karoseri-adiputro

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke