BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan HONDA PROSPECT MOTOR
Salin Artikel

Jam Sibuk di Jalan Raya Berubah pada Masa Transisi, Begini Cara Mengatasinya…

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai bentuk penanganan wabah Covid-19 yang pertama kali terdeteksi di Jakarta pada 3 Maret 2020.

Sejak saat itu, PSBB telah diperpanjang hingga 2 kali. Setelah sebelumnya diperpanjang sampai 2 Juli 2020, kini masa PSBB transisi kembali diperpanjang hingga 16 Juli 2020.

Dalam masa transisi PSBB tersebut, sebagian kantor di Ibu Kota mulai kembali beroperasi.

Dengan mulai aktifnya beberapa industri, banyak pula karyawan yang sudah diwajibkan untuk bekerja di kantornya masing-masing.

Mengutip Kompas.com, Jumat (3/7/2020), volume kendaraan berangsur naik seiring dengan penerapan masa transisi ini.

Bahkan, berdasarkan hasil evaluasi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, jumlah rata-rata kendaraan saat ini mulai mendekati angka normal sebelum adanya pandemi Covid-19, yakni pada kisaran lebih dari 6.000 kendaraan per jam.

Berangkat lebih awal

Pada masa PSBB transisi, jam sibuk di jalanan Jakarta turut bergeser. Sebelum pandemi, jam sibuk dimulai dari pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB, tapi kini bergeser ke pukul 06.30 sampai 09.30 WIB.

Kemudian, pada sore hari aktivitas di jalan raya mulai padat kembali pada pukul 18.00 sampai 20.00.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda berangkat lebih awal. Tak hanya dapat menghindari kemacetan, dengan berangkat lebih awal, Anda bisa lebih santai berkendara.

Dari sisi psikologis, emosi pun cenderung stabil dan lebih tenang sehingga mood untuk bekerja akan terjaga dengan baik.

Selalu cek kondisi kendaraan

Selanjutnya, jangan lupa untuk selalu mengecek kendaraan sebelum digunakan guna menghindari masalah yang bisa saja timbul di jalanan.

Beberapa komponen yang bisa Anda cek di antaranya bagian mesin, ban, rem, kondisi seluruh lampu, dan volume bahan bakar.

Buat yang terakhir disebutkan kerap luput dari perhatian pengendara mobil. Alhasil, mobil mogok di jalan akibat kehabisan bahan bakar pun tak terhindarkan.

Sebagai solusinya, Anda bisa menghitung konsumsi bahan bakar dalam rentang jarak tertentu, misalnya jarak dari tempat tinggal ke kantor.

Gunakan mobil irit bahan bakar

Setelah melakukan perhitungan, Anda jadi tahu kapan waktu terbaik untuk mengisi bahan bakar dan seberapa efisien pemakaian mobil dari sisi tersebut.

Efisiensi penggunaan bahan bakar memang menjadi faktor penting dari kendaraan roda empat.

Semakin efisien mobil Anda, maka semakin rendah pula intensitas Anda mengisi bahan bakar.

Cara ini bisa membuat waktu Anda tidak banyak terbuang di jalan raya. Oleh sebab itu, sebaiknya gunakan mobil yang irit bahan bakar, seperti All New Honda Brio.

Perlu diketahui, All New Honda Brio dibekali mesin 1.2L i-VTEC empat silinder yang dilengkapi dengan ekspansi pada bagian rasio katup (exhaust delay).

Ekspansi pada bagian tersebut berfungsi untuk menghasilkan konsumsi bahan bakar lebih baik dengan mengurangi gesekan di setiap bagian mesin.

Menurut laman resmi Honda Indonesia, mesin 1.2L i-VTEC ini juga memiliki pola zigzag yang ditingkatkan pada struktur piston untuk proses intake yang lebih ringan.

Komponen mesin All New Honda Brio juga dilengkapi cam chain yang lebih ramping, chain-tensioner, auto-tensioner belt tambahan, serta menggunakan oli berkualitas untuk mengurangi gesekan.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, All New Honda Brio pun disinyalir memiliki rasio bahan bakar 1:30,2. Artinya, 1 liter dapat digunakan untuk menempuh jarak 30,2 km.

Tak hanya dibekali mesin irit bahan bakar, All New Honda Brio juga dilengkapi dengan desain eksterior dan interior yang stylist, ruang kargo lebih besar (258 liter), serta sejumlah fitur keselamatan berkendara.

Dengan keunggulan tersebut, mobil ini pun jadi kendaraan yang cukup populer di kelas LCGC.

Kabar baiknya, bila Anda tertarik dengan ragam keunggulan mobil ini, Anda bisa mengikuti program “Beli Honda di Rumah Aja” yang ditawarkan oleh Honda Prospect Motor (HPM).

Dalam program ini, konsumen yang melakukan pembelian secara online untuk model tertentu akan mendapatkan “New Normal Package Value” hingga Rp 15 juta. Adapun pembelian online dapat dilakukan melalui situs honda-indonesia.com, situs resmi dealer, Blibli, dan Tokopedia.

Tak hanya itu, konsumen juga dapat melakukan pembayaran dengan metode cicilan 0 persen serta mendapatkan tambahan cashback menarik. Konsumen pun akan mendapatkan bonus berupa gratis biaya perawatan berkala (jasa + parts sampai dengan 50.000 kilometer atau 4 tahun).

Perlu diketahui, seluruh program berlaku selama periode bulan Juni dan Juli 2020.

Sebagai kesimpulan, dengan mengikuti berbagai tips tersebut Anda bisa meminimalkan kemungkinan terjebak kemacetan di masa transisi seperti beberapa pengendara lainnya.

Alhasil, Anda bisa menyambut era new normal dengan lebih siap dan menyenangkan.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/07/10/073200115/jam-sibuk-di-jalan-raya-berubah-pada-masa-transisi-begini-cara-mengatasinya

Bagikan artikel ini melalui
Oke