Salin Artikel

Sering Kecele Lampu Tanda Parkir di Mal, Ini Penyebabnya

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat perbelanjaan atau mal saat ini menjadi tempat hiburan yang sering menjadi tujuan masyarakat, sebab dapat ditempuh dalam waktu singkat dan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu waktu liburan.

Namun, tidak sedikit pengemudi mobil kesulitan mendapatkan lahan parkir, terutama di waktu akhir pekan.

Demi memudahkan pengunjung mendapatkan lahan parkir, beberapa pusat perbelanjaan memasang lampu indikator di atas setiap spot parkir.

Jika lampu indikatornya berwarna merah artinya sudah diisi oleh kendaraan, sedangkan hijau artinya spot tersebut kosong.

Lampu ini bisa dilihat dari kejauhan, jadi pengemudi mobil tidak perlu menyusuri lorong parkir satu persatu.

Meski demikian, tidak jarang pengemudi mobil menemukan lampu indikator parkir yang berwarna hijau namun sudah diisi oleh kendaraan.

Ketua Indonesia Parking Assosiation (IPA), Rio Octaviano, mengatakan, jika pengemudi mobil menemukan hal tersebut bukan karena posisi parkir mobilnya yang tidak pas, tetapi memang ada kerusakan pada sensornya.

“Bukan karena mobilnya terlalu mundur atau kurang maju, sehingga tidak sejajar dengan lampu indikator yang ada di atas setiap spot parkir. Tetapi hal itu karena memang sensornya sudah rusak,” ujar Rio kepada Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Rio melanjutkan, sebab sensor pada lot parkir yang menggunakan infrared tersebut biasanya tertanam di bawah (lahan parkir) bukan di atas (lampu indikator)

“Sensor tersebut akan mendeteksi jika ada benda berat di atasnya yang mengandung logam, baru kemudian lampu indikator tersebut berubah menjadi merah,” katanya.

Rio menambahkan, ada juga sensor parkir yang terletak di atas mobil atau di tengah bawah lahan parkir, tergantung produk yang digunakan oleh manajemen parkir tersebut.

“Jadi, lampu indikator tersebut hanyalah sebuah penanda apakah sensor tersebut bekerja atau tidak,” kata Rio.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/06/16/172100215/sering-kecele-lampu-tanda-parkir-di-mal-ini-penyebabnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.