Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ganti Ban Baru pada Sepeda Motor, Jangan Langsung Ngebut

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski dianjurkan untuk tetap di rumah aja selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tapi saat waktunya ganti ban sepeda motor, maka tidak perlu ditunda lagi. Tujuannya agar sewaktu-waktu motor ingin dipakai, selalu dalam kondisi prima.

Namun, ada yang perlu diketahui saat mengganti ban motor dengan yang baru. Ban dengan kondisi yang masih baru memerlukan adaptasi sebelum bisa dipakai dengan optimal.

Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept. Head FDR, mengatakan, untuk ban hariam dengan penggunaan kecepatan standar seharusnya tidak ada masalah. Tapi, ada beberapa pengendara yang ingin langsung memacu motornya dalam kecepatan tinggi setelah ganti ban.

"Perlu diketahui bahwa ban baru masih terdapat lapisan lilin. Sehingga, perlu dihilangkan terlebih dahulu dengan cara dikendarai secara normal," ujar Jimmy, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Jimmy menambahkan, ban yang masih baru juga perlu penyesuaian dengan pelek. Sehingga, perlu waktu untuk dapat dibawa di kecepatan tinggi.

"Kira-kira motor perlu dibawa normal dulu sampai sekitar 50 kilometer hingga 100 kilometer," kata Jimmy.

Ban baru yang masih ada lapisan lilinnya tentu cengkramannya belum maksimal. Tentu akan sangat berbahaya juga jika dipakai menikung secara berlebihan.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/05/06/100200515/ganti-ban-baru-pada-sepeda-motor-jangan-langsung-ngebut

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke