Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Suzuki Tanggapi Harga Bekas Jimny yang Mahal

JAKARTA, KOMPAS.com – Konsumen Suzuki Jimny saat ini tampaknya enggan jika harus memesan kendaraan lewat diler resmi. Pasalnya waktu inden memakan waktu hingga 4 sampai 5 tahun, membuat mobil tak kunjung tiba di rumah.

Sebagai alternatif, tentu saja konsumen bisa melirik Jimny generasi keempat di pasar mobil bekas. Unitnya memang tidak banyak, tapi masih tersedia di beberapa showroom mobil bekas.

Namun yang jadi ganjalan pasti soal harga, mengingat harga Jimny bekas, kini berada di rentang Rp 500 jutaan.

Padahal harga barunya per Maret 2020, adalah Rp 347,5 juta (MT Single Tone) - Rp 362 juta (AT Two Tone).

Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS, mengatakan, pihaknya telah mengetahui jika harga bekas Jimny melonjak di pasaran.

“Kalau kami sih inginnya bisa memenuhi inden dengan cepat, agar tidak terjadi lonjakan harga di pasar,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

“Tapi karena sekarang baru bisa diproduksi di Jepang, kapasitas mereka juga cuma 5.000 unit sebulan, dan untuk dikirim ke seluruh dunia. Jadi ya seperti itu,” kata Donny.

Sementara itu, harga bekas Jimny generasi keempat yang mahal rupanya ternyata tak menyurutkan niat konsumen yang mencari mobil 4x4 itu.

Bimo Maliki, pemilk showroom Malique Selatan Djakarta di Blok M Mall Lt. Basement, mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir banyak konsumen mobil bekas yang mencari Jimny.

“Banyak yang tanya, banyak yang cari. Unit bekasnya sebetulnya agak jarang, tapi ada saja yang jual,” ucapnya.

“Biasanya mereka yang enggak sabar dengan inden Jimny yang bertahun-tahun, terus lari ke showroom mobil bekas,” ujar Bimo.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/03/04/073200115/suzuki-tanggapi-harga-bekas-jimny-yang-mahal

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke