Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

PLN Garansi Tarif Ngecas Kendaraan Listrik Lebih Murah dari Bensin

JAKARTA, KOMPAS.com - Euforia kendaraan listrik di Indonesia telah dimulai. Satu per satu para instansi dari beragam sektor yang terkait sudah berlomba menyodorkan ragam failitas serta inovasi terkait infrastruktur pendukungnya.

Meski demikian, masalah soal tarif listrik masih belum putus. Seperti diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru akan berdiskusi lebih dalam dengan pihak Perusahaan Listrik Negara, untuk menentukan tarif yang pas untuk konsumsi kendaraan listrik.

"Saat ini yang kita gunakan itu 1.650 per kWh, tapi nanti akan kita diskusikan lagi berapa tarif yang pantas, apakah akan ada insentif lain agar menekan harga atau bagaimana itu belum diputuskan," ucap Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan ESDM Wanhar, dalam gelaran Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Ketika bertemu dengan General Manager PLN Disjaya M Ikhsan Asaad, secara terpisah dirinya menmbenarkan bila masalah penetapan tarif sampai saat ini masih terus dikaji, terutama untuk yang nantinya diterapkan pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Ikhsan juga menjelaskan bila beberapa operator transportasi umum yang akan menggunakan bus listrik telah meminta kejelasan soal insentif tarif yang bakal diberikan oleh PLN untuk pengisian daya operasional.

"Betul kita masih diskusikan. Saat ini kita pakai Permen 27/2016 itu kan Rp 1.650 per kWh, nanti akan kita lihat, mungkin memberi insentif, tapi kita lagi bicarakan dengan regulator, skemanya bagaimana supaya pihak swasta juga ikut tertarik untuk investasi," ujar Ikhsan.

Ketika ditanya soal kisaran tarifnya nanti akan menjadi berapa, Ikhsan hanya menegaskan bila semua itu nanti akan tergantung dari biaya investasi charging sendiri yang akan dijadikan sebagai faktor N dalam penentuan tarif.

Tapi dia menegaskan yang pasti tarif listrik per 1 kWh untuk untuk mobil atau motor listrik nantinya akan lebih murah dari harga bahan bakar minyak (BBM).

"Misalnya sekarang Rp 1.650 per kWh, nanti akan dikalikan dengan faktor N tadi, bisa saja menjadi Rp 2.200 per kWH. Tapi yang jelas dan pasti harus lebih murah dari harga bensin saat ini, mau itu Pertamax atau Pertalite akan kita cari selisih lebih murahnya," kata Ikhsan.

Cadangan Listrik di Jakarta

Tidak hanya itu, Ikhsan juga mengklaim bila PLN Disjaya juga akan menambah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) mulai tahun ini. Dia juga memastikan bila tidak ada masalah soal cadangan listrik di areanya.

Dengan cadangan listrik sebesar lima sampai enam Megawatt (MV), menurut Ikhsan Jakarta yang terkoneksi dengan Jawa-Bali memiliki total kapasitas mencapai 32 ribu MV. Sementara beban puncak yang terpakai hanya 26 ribu sampai 27 ribu MV saja.

"Total di Jakarta itu 12 ribu MV, saat terpakai dalam kapasitas beban puncak itu hanya sampai tujuh hingga delapan ribu MV, masih ada sisa yang belum terpakai, dan itu cukup untuk dikonsumsi kendaraan listrik pada tahun-tahun pertama. Mungkin nanti kalau populasi kendaraan listrik sudah satu juta unit baru kelihatan," ujar Ikhsan.

https://otomotif.kompas.com/read/2019/09/05/102735315/pln-garansi-tarif-ngecas-kendaraan-listrik-lebih-murah-dari-bensin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke