Musim Hujan, Jangan Melulu Gunakan Fitur Anti-Embun - Kompas.com

Musim Hujan, Jangan Melulu Gunakan Fitur Anti-Embun

Kompas.com - 06/02/2018, 08:42 WIB
Defogger belakangStanly/Otomania Defogger belakang

Jakarta, KOMPAS.com -Setiap mobil yang dipasarkan ke negara tropis yang kerap hujan dan cuaca dingin, biasanya dilengkapi dengan fitur standar anti-kabut alias deffoger pada kaca belakang. Fungsinya, menjaga visibilitas pengemudi dari apa yang terjadi di belakang kendaraan.

Wujudnya, seperti garis-garis tipis melintang horizontal dari kedua sisi kaca, dari atas sampai ke bawah. Garis ini sebenarnya kawat tipis, berfungsi sebagai kondensator panas, sehingga suhu kaca terjaga dan embun tidak terbentuk akibat perbedaan suhu antara dalam kabin dan di luar.

Defogger berfungsi untuk menghilangkan embun pada kaca bagian belakang mobil. Cara menggunakannya cukup dengan menekan tombol bergambar tiga panah melengkung yang ada di dashboard.

Keberadaan defogger dinilai bermanfaat di musim hujan seperti saat ini. Namun perlu diingat bahwa defogger tidak disarankan digunakan secara terus menerus. Untuk mobil yang belum dilengkapi arus pemutus otomatis, pengendara harus menekan lagi tombol untuk mematikan fungsi defogger.

Baca juga : Fitur Anti-embun Rusak, Tak Harus Ganti Kaca

Defogger belakangStanly/Otomania Defogger belakang

Dealer Techical Support Toyota Astra Motor (TAM) Didi Ahadi mengatakan penggunaan defogger secara terus menerus bisa membuat kaca mobil retak, yang dipicu kaca memuai akibat perubahan suhu yang ditimbulkan garis-garis kawat. Didi mengibaratkan seperti gelas kaca dingin yang tiba-tiba diisi air panas.

"Kaca sifatnya tidak elastis. Karena ketika terjadi perubahan suhu yang ekstrem, mudah untuk retak," kata Didi kepada Kompas.com, Senin (5/2/2018).

Selain itu, kata Didi, defogger masuk dalam daftar komponen pemakan arus listrik yang cukup besar di mobil. Penggunaannya akan membuat aki harus menyuplai tenaga ekstra. Karena itu Didi mengingatkan pengendara untuk bijak menggunakan defogger.

"Pemakaian yang tidak terkontrol bisa menyebabkan aki mobil cepat lemah," ucap Didi.


EditorAgung Kurniawan

Komentar
Close Ads X