Teknologi Biometrik yang Tertanam di Sarung Tangan - Kompas.com

Teknologi Biometrik yang Tertanam di Sarung Tangan

Aditya Maulana
Kompas.com - 07/10/2017, 13:42 WIB
Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, ketika tampil dalam latihan ketiga F1 GP Malaysia di Sirkuit Sepang, 30 September 2017.
MANAN VATSYAYANA/AFP Pebalap Mercedes, Lewis Hamilton, ketika tampil dalam latihan ketiga F1 GP Malaysia di Sirkuit Sepang, 30 September 2017.

Jakarta, KompasOtomotif - Badan penetapan kebijakan peraturan Formula 1 ( F1), berencana memperkenalkan teknologi biometrik di sarung tangan. Tujuan utama, guna mendapatkan informasi fisik para pebalap secara terkini pada setiap insiden kecelakaan.

Teknologi baru itu, seperti dilansir laman Motorsport, Sabtu (7/10/2017), menggunakan sensor setebal 3 mm dan akan terpasang pada setiap sarung tangan para pebalap F1 mulai musim 2018.

"Kami tahu bahwa pemonitoran fisik seseorang menjadi hal yang penting dalam sebuah penanganan medis. Kami mempunyai keinginan untuk segera memonitor dan memeriksa mereka secepatnya," kata Dr Ian Roberts, Utusan Delegasi Medis Federation Internationale de I'Automobile (FIA).

Menurut dia, peralatan sekarang ini relatif masih kurang praktis, dan hanya bisa digunakan setelah terjadinya insiden tabrakan. "Ada suatu momen di mana pebalap tidak bisa langsung kami periksa," kata dia.

Baca juga: Tidak Semua Pembatas Jalan Gunakan "Water Barrier"

Sebagai tahap awal, sensor pada teknologi terbaru itu akan digunakan untuk memonitor detak jantung pebalap, dan kadar oksigen dalam darah. Ke depan, bisa berkembang untuk mendeteksi suhu badan, hingga pernapasan.

Data yang diambil dari sensor itu, dinilai Roberts begitu berguna, terutama ketika terjadi tabrakan. Sebagai contoh, kecelakaan yang dialami Carlos Sainz pada sesi latihan GP Rusia 2015, dimana dia sempat terjebak di bawah tumpukan dinding pembatas TecPro dan cukup sulit untuk dilakukan pemeriksaan.

"Pemonitoran secara akurat bisa dibilang mustahil kecuali jika kami bisa berada di tempat kejadian. Kami juga tidak bisa melakukan itu sebelum tumpukan dinding dipindahkan," ujar Roberts.

Lanjut dia, dengan teknologi terbaru itu begitu pebalap mengalami kecelakaan maka langsung bisa diterima data fisik dan biometrik.

PenulisAditya Maulana
EditorAgung Kurniawan
Komentar

Terkini Lainnya

Aksi Pebalap di Final Honda Dream Cup 2017 (Foto)

Aksi Pebalap di Final Honda Dream Cup 2017 (Foto)

Feature
Ini Pelatih Baru Jorge Lorenzo Musim 2018

Ini Pelatih Baru Jorge Lorenzo Musim 2018

Sport
Suzuki Swift Menghilang

Suzuki Swift Menghilang

Feature
Daftar Jawara Honda Dream Cup 2017

Daftar Jawara Honda Dream Cup 2017

Sport
Sunday Test Drive Harus Sering Digelar

Sunday Test Drive Harus Sering Digelar

Feature
Honda CRF150L Inden Satu Bulan

Honda CRF150L Inden Satu Bulan

News
Suzuki Jualan Ciaz Sampai Stok Habis

Suzuki Jualan Ciaz Sampai Stok Habis

News
Ini Daftar Motor Terlaris di November 2017

Ini Daftar Motor Terlaris di November 2017

News
Pesanan Honda PCX 150 Mulai Menumpuk dari Jawa Timur

Pesanan Honda PCX 150 Mulai Menumpuk dari Jawa Timur

News
Restorasi Mercy G-Class Lawas, Butuh Puluhan Juta Rupiah

Restorasi Mercy G-Class Lawas, Butuh Puluhan Juta Rupiah

Modifikasi
Tunggu ”Revolusi” Pikap Carry Suzuki, Tak Lama Lagi

Tunggu ”Revolusi” Pikap Carry Suzuki, Tak Lama Lagi

Niaga
Fortuner Buatan Indonesia Laku Keras di Filipina dan Vietnam

Fortuner Buatan Indonesia Laku Keras di Filipina dan Vietnam

News
Ribuan Kendaraan Uji Emisi Gratis di Kemayoran

Ribuan Kendaraan Uji Emisi Gratis di Kemayoran

News
Jualan Motor Kembali Minus di November 2017

Jualan Motor Kembali Minus di November 2017

News
Toyota Jadi Produsen Hibrida Pertama di Indonesia?

Toyota Jadi Produsen Hibrida Pertama di Indonesia?

News
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM