Jumat, 19 September 2014

Otomotif


Ganti Rem Teromol Belakang Menjadi Cakram!

Penulis: Aris F. Harvenda | Selasa, 28 Mei 2013 | 16:56 WIB
Dibaca:   Komentar:
|
Share:
  • Sumber : blog.truecar | Author : -

    Rem merupakan salah satu komponen vital yang wajib diperhatikan

  • Sumber : shutterstock | Author : -

    Penggantian kampas kompetisi harus diikuti dengan cakram

  • Sumber : KompasOtomotif | Author : Aris F. Harvenda

    Kerap dipakai untuk kebutuhan slalom dan drifting

KompasOtomotif - Rem merupakan salah satu komponen vital di kendaraan. Jika tidak berfungsi dengan baik atau rusak, dipastikan akan berakhir dengan kecelakaan. Setiap produsen merancantg sistem dan menggukan komponen rem sesuai dengan kemampuan kendaraan. Kendati demikian, beberapa penggunanya masih merasa kurang yakin, tetap saja melakukan modifikasi agar  merasa lebih yakin.

Berikut beberapa pilihan yang bisa dipakai untuk membuat rem lebih pakem berdasarkan petunjuk Agus Djoahansyah, pemilik Bengkel Dems Auto Technic di kawasan Jatiwaringin, Jakarta Timur.

1. Ganti kampas rem dan cakram. Biasanya konsumen mau cari jalan pintas dan mudah, hanya mengganti kampas dengan produk kompetisi. Langkah tersebut memang bisa membuat kerja rem lebih pakem. Namun bahan dasar lebih keras dari produk standar sehingga bisa mengakibatkan cakram cepat terkikis dan tipis. Untuk mengantisipasi, piringan juga harus diganti dengan produk kompetisi.

Kelebihan lain, penggantian secara bersamaan membuat usia kampas dan piringan rem bertahan lebih lama dibanding standar. Apalagi digunakan pada kondisi normal atau sehari-hari (bukan untuk balap). Namun ada hal yang patut diperhatikan, saat suhu kampas masih dingin, kerja rem  belum maksimal atau tidak sepakem saat sudah panas.

2. Ganti teromol dengan cakram. Beberapa mobil yang dijual saat ini masih memakai tromol untuk rem (troda) belakang. "Normalnya pembagian pengereman antara depan belakang adalah 70:30. Nah, meski kecil jika dimaksimalkan akan menjadi lebih pakem," papar Agus. Biasanya rem belakang kerap berfungsi ketika beban rem berat, misalnya rem mendadak.

Proses penggantian  tidak semudah melepas teromol dan lasung memasang cakram. Harus ditambahkan adaptor memegang cakram dan kaliper. Pemasangannya harus presisi agar permukaan cakram, kalau habis harus rata.

3. Untuk rem belakang yang diubah ke cakram, harus ditambahkan kaliper buat rem tangan atau parkir. Cara ini kerap dilakukan pada mobil yang dipakai slalom. Selain menambahkan kaliper, sistemnya pengoperasian juga harus diubah. Bial sebelumnya dioperasikan secara mekanis (menggunakan kawat), untuk cakram harus hidraulik. Untuk itu, harus ditambah pula dengan master rem yang dioperasikan melalui tuas rem tangan.


Editor : Zulkifli BJ