Selasa, 22 Juli 2014

Otomotif


Smart ED dan Pengisi Baterai untuk Pemda DKI Jakarta

Penulis: Zulkifli BJ | Rabu, 24 November 2010 | 20:12 WIB
|
Share:
  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Fauzi Bowo (kedua dari kiri) melihat Smart ED disaksikan Dr Norbert Bass (Duta Besar Jerman untuk Indonesia, kedua dari kanan), Rudi Borgenheimer (paling kiri) dan Hans-Peter Haesslein (paling kanan)

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Fauzi Bowo memasang pengisi baterai buatan Siemens pada Smart ED

  • Sumber : - | Author : KOMPAS.com/Zulkifli BJ

    Fauzi Bowo coba mengemudikan langsung Smart ED didampingi Rudi Borgenheimer

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) meminjamkan sebuah mobil listrik Smart ED atau Smart Electric Driving selama satu tahun kepada Pemerintah Kota DKI Jakarta sebagai proyek percontohan mobil masa depan ramah lingkungan.

Dengan ini, MBI berharap bisa menularkan budaya "hijau" kepada warga Jakarta. Karena itulah, program ini dinilai MBI sebagai corporate social responsibility (CSR).

"Lama peminjaman satu tahun dan bisa diperpanjang sampai batas yang tak ditentukan, sesuai kebutuhan," ujar Wakil Direktur Pemasaran MBI Yuniadi Hartono di sela-sela acara serah terima Smart ED di Balaikota, Jakarta, sore ini.

Selain MBI, secara bersamaan PT Siemens Indonesia juga menyerahkan alat pengisi baterai (charger) untuk Smart ED ini. Penyerahan mobil dan alat pengisi baterai langsung dilakukan oleh Presiden Direktur dan CEO MBI Rudi Borgenheimer serta Presiden Direktur & CEO PT Siemens Indonesia Hans-Peter Haessslein kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke).

Langkah awal
Dijelaskan, peminjaman unit dilakukan sebagai pembelajaran awal bagi warga Ibu Kota terhadap kendaraan ramah lingkungan. "Warga harus mulai disadarkan, Jakarta ini membutuhkan kendaraan dengan energi baru karena populasinya sudah cukup tinggi di Jakarta," beber Yuniadi.

Sementara itu, Foke mengatakan, dengan mobil ini, Jakarta bisa disejajarkan dengan ibu kota negara maju lain yang sudah menggunakan mobil listrik. Fokus utama Pemkot Jakarta adalah terus menciptakan kendaraan ramah lingkungan, khususnya di sektor transportasi massal.

"Ini langkah awal. Ke depan, khususnya transportasi umum, harus mulai menggunakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan seperti ini," harap Foke.

Pertama
Foke mengaku bangga karena Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang menerima Smart ED. Karena itu, ia berharap bisa mendorong kepedulian warga Jakarta untuk memperoleh lingkungan yang lebih hijau.

Foke juga mengatakan, sejak mulai Smart ED diproduksi, ia ingin memesan. Bahkan, ia memesan langsung ke MBI agar bisa memperoleh mobil listrik ini di Jakarta.

"Rencana berubah. Kami justru melakukan kerja sama yang jauh lebih bermanfaat bagi warga Jakarta," ungkap Foke.

Sementara itu, MBI akan meluncurkan Smart ForTwo bermesin bensin untuk Indonesia pada 29 November mendatang. Tiga varian yang ditawarkan adalah Pure Coupe, Passion Coupe, dan Passion Cabriolet. Ketiganya masing-masing dibanderol Rp 219 juta, Rp 249 juta, dan Rp 269 juta off ther road.


Editor : Zulkifli BJ