Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Belajar dari Kecelakaan Ferrari Tabrak Mercy di Pasar Santa

Kompas.com - 05/07/2024, 06:22 WIB
Aprida Mega Nanda,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

4

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi kecelakaan antara supercar Ferrari dan mobil mewah Mercedes-Benz di kawasan Pasar Santa, tepatnya di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan.

Video kecelakaan itupun viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @lowslowmotif.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Ade Ary Syam Indradi mengatakan, insiden kecelakaan itu terjadi pada Kamis (4/7/2024) sekitar pukul 01.10 WIB. Mulanya Ferrari dan Mercedes-Benz melaju dari arah Mampang Prapatan menuju Kebayoran Baru. Sesampainya di depan salah satu bank, peristiwa kecelakaan tidak terhindarkan.

Baca juga: Waspada, Ini yang Bisa Bikin CVT Elektronik Nmax Turbo Rusak

“Berdasarkan keterangan saksi, awalnya kendaraan Ferrari melaju dari arah timur ke arah barat di Jalan Wolter Monginsidi. Sesampainya di depan sebuah bank, karena kurangnya hati-hati dan konsentrasi, kendaraan Ferrari menabrak bagian belakang kendaraan Mercy,” kata Ade, dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/7/2024).

Ade menyebut tidak ada korban jiwa dalam kasus ini, hanya mobil yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan imbas insiden yang terjadi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Lowslowmotif (@lowslowmotif)

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, membawa mobil sport atau supercar memang sebaiknya punya pengalaman yang cukup atau setidaknya mengenal karakteristik mobil tersebut.

Mobil ini memang harus dikendarai oleh orang yang sudah biasa. Kalau orang belum pernah kenal yang ada ialah slip atau over power di kecepatan tinggi atau di tarikan awal,” kata Sony.

“Jadi mereka bisa tidak mengontrol spinnya karena ini tidak sembarangan memang butuh jam terbang, jadi tidak serta merta itu mobil digas pasti lempeng apalagi kalau tarikan belakang (RWD) pasti oversteer,” kata dia.

Baca juga: Mulai Sering Hujan, Ini Jas Hujan yang Aman untuk Pengendara Motor

Sony melanjutkan, di mobil-mobil yang punya kecepatan tinggi biasanya ada control traction untuk menjaga mobil tidak liar. Namun secanggih apapun teknologi yang ada tetap peran pengemudi yang menentukan.

“Ketika kita berkendara dengan kendaraan yang punya power besar kita akan terpacu untuk ngegas. Kalau kita berpikir kondisi kosong tetapi bukan aman. Mereka ada fitur traksi kontrol tentu ada, tetapi kenapa dibikin begitu karena cenderung liar karena over power besar walau bodi sudah besar dan ceper,” kata Sony.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

4
Komentar
mantaaaaf pak pol...segera dikoordinasikan dan dikondisikan dgn pihak2 terkait untuk selanjutnya dikembangkan penyidikannya....eaaa eaaa eaaaaa !


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau