Bali Jadi Lokasi Pilot Project Kendaraan Listrik

Kompas.com - 27/07/2022, 14:12 WIB

BALI, KOMPAS.comBali memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Alhasil Bali menjadi pilot project untuk pengembangan kendaraan listrik.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang intinya mengatur bahwa energi yang digunakan di Bali harus berupa energi bersih yang bersumber dari energi baru terbarukan dan/atau gas.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, dengan kebijakan tersebut maka Bali menjadi pilot project kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Ajang KTT G20 akhir 2022 menjadi pemicu untuk mengarah kea rah kendaraan bersih dan ramah lingkungan.

Baca juga: Langkah Toyota Indonesia untuk Mengurangi Bebas Emisi

“Tentunya pemda akan menggenjot Bali bersih, dan pemerintah pusat pun akan mendukung,” ujar Ika Putra di Bali, Rabu (27/7/2022).

Ika Putra melanjutkan, program tersebut akan dimulai dengan energi bersih di sektor transportasi dan penerangan jalan. Bahkan, sekarang ini para pejabat termasuk Gubernur Bali sudah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas.

Toyota Prius PHEV resmi jadi Taksi BluebirdKOMPAS.com/STANLY RAVEL Toyota Prius PHEV resmi jadi Taksi Bluebird

“Pejabat sudah memberikan contoh, sekarang tinggal dunia usaha agar mobil listrik ini laris, karena secara pajaknya juga kecil dan ramah lingkungan,” tutur dia.

Senada dengan Ika Putra, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian I Gusti Putu Suryawirawan juga berharap Bali bisa menjadi satu daerah percontohan atau klaster di mana di beberapa tempat sudah diwajibkan untuk menggunakan kendaraan listrik.

“Kami ingin semuanya bisa berjalan dengan lancar, agar kendaraan listrik di Indonesia ini bisa berkembang,” kata Putu di tempat sama.

Baca juga: Tambah Investasi di Indonesia, Toyota Siapkan Mobil Hybrid Baru

Nandi Julyanto Direktur Production Engineering & Vehicle Manufacturing PT TMMIN mengatakan, Toyota Indonesia berkomitmen untuk mendukung kebijakan global dan pemerintah Indonesia.

Sebagai kontribusi Toyota Indonesia untuk mengurangi emisi CO2, yaitu dengan cara :

a. Memproduksi produk rendah emisi CO2 menuju era elektrifikasi
b. Menerapkan inovasi – teknologi rendah emisi CO2 dalam proses manufaktur
c. Melakukan perbaikan terus menerus untuk efisiensi energi (salah satunya melalui implementasi karakuri)
d. Memanfaatkan energi baru terbarukan secara bertahap

“Kami meyakini bahwa pendekatan multi-pathway, tidak hanya dalam sektor otomotif namun juga sektor lainnya seperti energi, industri dan lainnya akan memberikan dampak yang maksimal, karena pendekatan ini membuka kesempatan bagi semua kalangan untuk dapat berkontribusi dalam pencapaian target Net-Zero Emission,” kata Nandi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.