Jangan Harap Harga Mobil Listrik BMW Bisa Murah

Kompas.com - 13/10/2019, 10:43 WIB
Simulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8  saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELISimulasi pengisian bahan bakar listrik mobil Hybrid BMW i8 saat acara penyerahan kunci di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (20/4/2017). Penyerahan unit pertama kali dilakukan oleh BMW dengan penyerahan kunci secara resmi oleh President Director BMW Group Indonesia Karin Lim kepada pemilik pertamanya.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Regulasi soal percepatan kendaraan listrik sudah resmi ditandatangai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Aturan ini tertuang dalam Perpres No.55 tahun 2019.

Adanya aturan tersebut menjadi acuan payung hukum pengembangan kendaraan listrik di Tanah Air. Salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah soal insentif, hal ini lantaran bisa membuat harga mobil listrik turun.

Namun demikian, bagi yang tertarik mobil listrik buatan BMW, jangan bertepuk dada lebih dulu, pasalnya pabrikan asal Jerman tersebut sudah memastikan tidak akan mengkoreksi harga mobil listriknya.

Baca juga: Ini Insentif Sesuai Perpres Kendaraan Listrik

"Buat kami tidak ada revisi harga. Jadi meski insentif nanti sudah turun pasti tidak ada perubahan harga kalau untuk kami," kata Director of Communications BMW Group Indonesia Jodie O'Tania di Jakarta, Kamis (10/10/2019) lalu.

President Director BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan, Managing Director BMW Asia, Christopher Wehner, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O?tania, dan Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto (dari kanan ke kiri) berpose di dekat mobil listrik BMW i3s saat acara pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI President Director BMW Group Indonesia, Ramesh Divyanathan, Managing Director BMW Asia, Christopher Wehner, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O?tania, dan Vice President of Sales BMW Indonesia Bayu Riyanto (dari kanan ke kiri) berpose di dekat mobil listrik BMW i3s saat acara pameran Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.

Jodie memastikan bila untuk mobil listriknya, seperti i3s, tidak akan mengalami perubahan harga. Hal ini lantaran BMW tidak bisa memproduksi langsung mobil tersebut di Indonesia.

Sementara dalam aturan Perpres memang sudah dijelaskan bila insentif akan diberikan bagi perusahaan otomotif bila sudah berkomitmen untuk melakukan investasi di Indonesia.

Harapannya agar perusahaan tersebut bisa memproduksi mobil atau motor listriknya di dalam negeri, dan tentunya wajib menggunakan komponen lokal dengan peningkatan kandungan yang dilakukan secara bertahap.

Mobil New BMW i3s terlihat saat konferensi pers di Gedung Sentral Senayan 3, Jakarta, Selasa (20/8/2019). Maybank Bali Marathon 2019 juga menggandeng BMW sebagai Official Automotive Partner untuk event ini.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Mobil New BMW i3s terlihat saat konferensi pers di Gedung Sentral Senayan 3, Jakarta, Selasa (20/8/2019). Maybank Bali Marathon 2019 juga menggandeng BMW sebagai Official Automotive Partner untuk event ini.

"Insentif itu ada beberapa aturan yang harus dipenuhi, setelah dua tahun kendaraan harus dirakit lokal, nah ini kami tidak bisa. BMW i3S itu tidak bisa dirakit di Indonesia karena mobil ini dibuat khusus dengan beberapa material yang bisa di daur ulang, jadi harga pun nanti tidak akan berubah," ucap Jodie.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X