Akhir Tahun, Uang Muka Kredit Mobil dan Motor Turun 10 Persen

Kompas.com - 22/09/2019, 14:45 WIB
Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan uang muka ( down payment) yang masuk skema loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti dan kendaraan bermotor. Kebijakan ini berlaku pada 2 Desember 2019 mendatang.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, penurunan uang muka KPR turun sebesar 5 persen dan 5-10 persen untuk kendaraan bermotor.

"BI juga melakukan pelonggaran FTV (financing to value) untuk kredit properti 5%. Uang muka kendaraan bermotor 5-10 persen," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Menurut Wali Kota Bekasi, Menekan Jumlah Kendaraan Bermotor Berdampak Buruk bagi Ekonomi

Ilustrasi sepeda motorJosephus Primus Ilustrasi sepeda motor

Perlu diketahui, saat ini uang muka pembelian motor secara kredit sebesar 20-25 persen dari nilai kendaraan. Melalui penurunan tersebut, maka ketentuannya akan menjadi 15-20 persen.

Sedangkan kendaraan roda tiga atau lebih uang mukanya menjadi 15-25 persen, dari saat ini 25-30 persen.

Pada kesempatan sama, BI juga memberikan potongan uang muka khusus untuk kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan sebesar 5 persen. Tapi belum dijelaskan secara rinci, kendaraan apa yang dimaksud.

Perry menjelaskan, pelonggaran rasio LTV properti serta penurunan uang muka pembiayaan kendaraan bermotor, merupakan bagian dari bauran kebijakan selain penurunan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) yang hari ini juga dilakukan.

Baca juga: Ini Musuh Utama Ban, Bisa Bikin Kecelakaan Fatal

Ilustrasi mobil terparkir.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi mobil terparkir.

Berikut rincian aturan pelonggaran makroprudensial BI:

(i) Rasio Loan to Value / Financing to Value (LTV/FTV) untuk kredit/pembiayaan Properti sebesar 5 persen,

(ii) Uang Muka untuk Kendaraan Bermotor pada kisaran 5 sampai 10 persen,

(iii) Tambahan keringanan rasio LTV/FTV untuk kredit atau pembiayaan properti dan Uang Muka untuk Kendaraan Bermotor yang berwawasan lingkungan masing-masing sebesar 5 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X