Suzuki Masih "Nego" untuk Bawa Jimny ke Indonesia

Kompas.com - 05/03/2019, 08:02 WIB
Penampakan Suzuki Jimny Sierra di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (1/8/2018) atau sehari menjelang dibukanya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018. Kompas.com/Alsadad RudiPenampakan Suzuki Jimny Sierra di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (1/8/2018) atau sehari menjelang dibukanya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) belum bisa memastikan kapan Jimny dijual di Indonesia. Faktor utama, agen pemegang merek (APM) Suzuki di Tanah Air itu masih meminta kepada prinsipal di Jepang untuk melakukan produksi lokal.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Setiawan Surya, 4W Deputy Managing Director PT SIS, di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

"Jadi kita masih meminta ke prinsipal, belum ada jawaban dari mereka. Jadi kami masih menunggu," kata Setiawan ketika berbincang dengan Kompas.com.

Setiawan menjelaskan, permintaan Jimny di Jepang juga begitu tinggi sehingga Suzuki fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar domestiknya. Apalagi sport utility vehicle ( SUV) mini itu hanya dirakit di negara berjuluk Matahari Terbit itu.

Baca juga: Apa Kabar Suzuki Jimny untuk Indonesia?

"Kami ingin produksi lokal karena kalau impor kuotanya juga tidak bisa banyak. Permintaan di Indonesia juga sudah pasti banyak," ucapnya.

Suzuki Jimny Generasi Baru 2018.INDIANAUTOSBLOG Suzuki Jimny Generasi Baru 2018.

Menurut dia, prinsipal juga punya banyak pertimbangan lain dalam memberikan izin kepada SIS, termasuk mengenai investasi pabrik. Namun, SIS terus mencoba meminta izin agar model tersebut bisa segera dijual di Indonesia.

"Kami akan coba terus, tetapi kami tidak bisa memastikan kapan karena kalau minta ke prinsipal tidak bisa ditargetkan harus bisa kapan, tergantung dari mereka mau memberikan izin kapan," kata Setiawan.

Selama dipamamerkan di GIIAS 2018, menurut Setiawan, antusiasme masyarakat begitu tinggi mengingat model tersebut memiliki sejarah yang cukup bagus. Jumlah penggemar lamanya juga masih tinggi.

"Jadi semoga hal tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan buat prinsipal memberikan izin kepada kami," ucap Setiawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X