Ilmu Baru buat Instruktur Safety Riding AHM

Kompas.com - 23/10/2018, 07:41 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Perwakilan instruktur safety riding binaan PT Astra Honda Motor (AHM) mendapatkan pengetahuan dan ilmu baru, setelah mengikuti ajang "The 19th Safety Japan Instructors Competition 2018. di Suzuka.

Salah satunya, tantangan yang baru diterapkan pada kompetisi itu, yakni Low Speed Balance. Seluruh peserta harus melewati semua rintangan berjalan di atas papan besi dengan kecepatan rendah.

Tentunya, dengan beragam rintangan seperti dilarang menyentuh kun, atau kaki pengendara tidak boleh turun ke aspal. Tantangan itu jelas merupakan pengalaman baru bagi seluruh peserta termasuk lima instruktur safety riding binaan AHM.

Menurut Ibnu Fachrizal, yang merupakan juara satu di kelas 400 cc, ilmu dan pengetahaun baru itu akan diterapkan di Indonesia, agar kelak ada kesempatan lagi untuk ikut kompetisi itu bisa jauh lebih baik.

Baca juga: Masukan dari Instruktur Indonesia buat Safety Riding di Jepang

"Meskipun budaya berkendara setiap negara berbeda, tetapi itu masih bisa diterapkan di Indonesia," kata Ibnu ketika berbincang dengan Kompas.com di Tokyo, Jepang, pekan lalu.

Peserta Safety The 19th Safety Japan Insctuctors Competition 2018 di Suzuka Circuit Traffic Center, Jepang.istimewa Peserta Safety The 19th Safety Japan Insctuctors Competition 2018 di Suzuka Circuit Traffic Center, Jepang.

Ibnu menjelaskan, secara umum rintangan tersebut dibuat untuk menjadikan pengendara selalu sabar ketika di jalan. Paling penting bersifat rendah hati meskipun punya kemampuan berkendara yang lebih baik.

"Perlu diingat bahwa rintangan di jalan itu bisa terjadi kapapun dan dimana pun, menurut saya rintangan baru itu wajib kita terapkan di Indonesia agar bisa ditularkan lagi kepada pengendara motor di Indonesia," ujar Ibnu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.