TMMIN Tularkan Ilmu Produksi, Kembangkan Rantai Pasok Otomotif

Kompas.com - 26/07/2018, 15:46 WIB
Jalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015). Febri Ardani/KompasOtomotifJalur produksi Toyota All-New Kijang Innova di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indoneisa (TMMIN) di Karawang I, Senin (16/11/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) lewat Indonesian Automotive Industrial People Development (IAIPD) di bawah mandat Institute Otomotif Indonesia (IOI),  tularkan ilmu produksi kepada SDM di perusahaan pemasok lapis kedua, pada “Tier-2 Training Program”.

Saat ini ada sebanyak 37 pengajar baru bergelar “Trainer” dari perusahaan otomotif lapis ke-2 menerima Sertifikat dari IAIPD.

IAIPD yang merupakan wadah buat perusahaan-perusahaan rantai pasok otomotif lapis ke-1, sudah mendapat tempaan pendidikan dari TMMIN sesuai standar Toyota di Indonesia.

“Bagi kami, pengembangan SDM manajemen produksi tidak berhenti di lingkungan TMMIN, tapi juga ditularkan kepada rantai pasok. Sehingga kami dapat tumbuh dan berkembang bersama-sama,” ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN, dalam keterangan resminya, Kamis (26/7/2018).

Baca juga: Amankah Mobil Toyota dan Isuzu Pakai BBM B20?

Skema pengembangan SDM rantai pasok otomotif.ISTIMEWA Skema pengembangan SDM rantai pasok otomotif.
“Kami menyediakan beragam stimulus, seperti penghargaan khusus, yang ditujukan untuk mendorong pemasok lokal kami, supaya menularkan dan membangun kompetensi SDM di pemasok mereka,” kata Warih.

 

Program pelatihan SDM perusahaan lapis kedua ini, merupakan turunan dari Supplier Master Trainer Development (SMTD) yang diselenggarakan oleh TMMIN untuk pemasok-pemasok lokal lapis ke-1.

Dimulai sejak tahun 2013, SMTD meluluskan sembilan pengajar berstandar Toyota bergelar “Master” di pemasok lapis-1. Sehingga pada tahun 2014, atas ide IAIPD, hadirlah program “Tier-2 Trainer Development”.

IAIPD menargetkan 141 pengajar dari perusahaan pemasok lapis-2 dapat tercipta dari program ini pada 2019. Mereka nantinya diminta menjadi pemimpin dalam menularkan kompetensi manajemen industri, di antaranya soal keamanan bekerja, penjagaan kualitas produk berstandar global, dan efisiensi proses manufaktur.

“Semoga konsep efek domino yang sederhana ini, IAIPD dengan dukungan dari TMMIN dapat menyumbang untuk memperkuat industri otomotif Indonesia, juga bisa menginspirasi munculnya program-program yang lebih massif, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan industri,” tutur Chairman IAIPD Edward Otto Kanter yang juga Wakil Presiden Direktur TMMIN.


Skema Pengembangan SDM Rantai Pasok Otomotif

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X