Lakukan Langkah Ini untuk Mencegah "Microsleep" Saat Mudik

Kompas.com - 04/06/2018, 10:22 WIB
Kendaraan melintas di tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Pembangunan tol tersebut sudah mencapai 95 persen dan diperkirkan dapat digunakan secara fungsional pada mudik dan balik Lebaran 2018. MAULANA MAHARDHIKAKendaraan melintas di tol Batang-Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/6/2018). Pembangunan tol tersebut sudah mencapai 95 persen dan diperkirkan dapat digunakan secara fungsional pada mudik dan balik Lebaran 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Microsleep adalah kondisi ketika tubuh tidur sementara. Kondisi ini dapat terjadi pada pengemudi kendaraan yang berakibat fatal hingga menimbulkan kecelakaan.

Menjelang momen mudik Lebaran, micerosleep bisa terjadi kepada siapa saja. Pengemudi harus tahu bagaimana menangani kondisi ini.

"Microsleep terjadi karena kondisi stagnan. Bisa karena lintasan jalan yang lurus terus, momen kemacetan sehingga kendaraan stop and go. Semua bisa terjadi. Solusinya adalah membuat otak untuk terus bekerja," ucap Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu saat dihubungi pada Minggu (3/6/2018).

Jusri memaparkan, saat kondisi stagnan pengemudi cenderung bosan sehingga pegemudi hanya melihat jalan tanpa melakukan antisipasi. Ini yang membuat otak tidak aktif bekerja.

Baca juga: Kenali Gejala "Microsleep", Jangan Alami Ini saat Mudik

Contohnya, pengemudi melihat ada pejalan kaki. Bila otak terstimulus bekerja, pengemudi tidak hanya melihat pejalan kaki tersebut, tapi melakukan langkah antisipasi bila pejalan kaki tersebut tiba-tiba menyeberang. Maka, sejak dini ia akan memperlambat lajunya atau membunyikan klakson.

"Jadi langkah pertama itu dia melihat tidak sekadar melihat, tapi juga membaca situasi. Kalau dia sekadar melihat jadinya otak tidak terstimulus bekerja. Sama seperti saat pengemudi melewati polisi tidur dengan kecepatan tinggi, itu artiya dia sekadar melihat karena polisi tidur tidak datang tiba-tiba," ucap Jusri.

Langkah kedua pencegahan microsleep adalah dengan membuat pola melihat kaca spion kendaraan. Pola ini dapat dilakukan dengan siklus 5-8 detik.

Hal itu bertujuan untuk mengetahui kondisi di sekitar kendaraannya, terutama bila kendaraan tiba-tiba berhenti, pengemudi harus tahu selain kondisi di depan kendaraan karena bahaya juga dapat datang dari sisi belakang kendaraan.

"Langkah berikutnya, untuk pencegahan dan menghindari kondisi stagnan, selalu melewati rute yang berbeda. Jangan yang itu-itu saja sehingga menstimulasi otak untuk bekerja dan terhindar dari kondisi microsleep," ucap Jusri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X