Ratusan Motor "Kustom" Mejeng di Lapangan Terbang Pondok Cabe - Kompas.com

Ratusan Motor "Kustom" Mejeng di Lapangan Terbang Pondok Cabe

Kompas.com - 13/05/2018, 09:04 WIB
Suryanation Motorland 2018 Tangerang SelatanSuryanation Suryanation Motorland 2018 Tangerang Selatan

Tangerang, KOMPAS.com - Seri ketiga pencarian sepeda motor kustom terbaik Suryanation Motorland Battle 2018 kembali berlangsung. Setelah Palembang dan Medan, kini Tangerang Selatan menjadi tuan rumah.

Total ada 107 peserta yang turun meramaikan area kustom battle dengan beragan karya-karya menarik di Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Dari jumlah tersebut, hanya ada satu peserta yang sipilih menjadi yang terbaik.

"Melihat dari karya-karya yang ada saat ini, kami optimis akan ada satu yang terbaik dari Tangerang Selatan yang nantinya bisabersaing dengan motor kustom dari daerah lain sampai ke ajang final di Surabaya," ucap Ferry Iriawan selaku Suryanation Motorland Committe dalam seremoni pembukaan, Tangerang Selatan, Sabtu (12/5/2018).

Sama denga kota lainnya, ada beberapa kategori yang disediakan para juri sebagai wadah pembuktian builder di wilayah Jabodetabek yang terbagi berdasarkan dua kelas, yakni di bawah atau di atas 250 cc.

Baca : Jokowi Mampir ke Area motor Kustom di IIMS 2018

Mulai dari kategori Chopper/Bobber, Scrambler/ Tracker, Cafe Racer, Street Cub/Choppy Cub, Sport, sampai Special Class yang terdiri dari Free for All,Classic Scooter, Matic Custom, Classic Bike, dan Collaboration Concept.

Suryanation Motorland 2018 Tangerang SelatanSuryanation Suryanation Motorland 2018 Tangerang Selatan

Semuanya akan dinilai dari oleh tiga juri yang merupakan builder ternama seperti Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycle Yogyakarta, Indra Pranajaya dari Razzle Dazzle Chopper Works Bandung?dan Bimo Hendrawan.

Menurut Lulut, dari urusan karya-karya yang ditampilkan ke-107 peserta saat ini sudah mulai terlihat pergeserannya. Bahkan urusan detail pun makin membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Secara karya rata-rata sudah bisa mengeluarkan imajinasi dan ide original sendiri, tidak lagi berpaku pada motor konsep atau model yang ada di luar negeri. Desain dan detail pengerjaan pun makin membaik," kata Lulut kepada Kompas.com.


Komentar
Close Ads X