Kepincut Mega Carry, Pengusaha Ini Langsung Beli Ratusan Unit - Kompas.com

Kepincut Mega Carry, Pengusaha Ini Langsung Beli Ratusan Unit

Kompas.com - 11/03/2018, 09:05 WIB
Mega Carry 2018.Dok. SUZUKI Mega Carry 2018.

Jakarta, KOMPAS.com – Segmen kendaraan komersial ringan, tak begitu seksi untuk banyak dibicarakan khalayak umum. Namun di dunia bisnis kategori ini menarik menjadi bahan perbincangan, dan preferensi konsumennya berbeda dengan mobil penumpang biasa.

Salah satu pemain yang punya nama di kelas ini adalah Mega Carry besutan merek Suzuki. Model itu disebut-sebut Sudah eksis selama lebih dari 40 tahun di dalam negeri. Hadir sejak 1976, Suzuki pertama memperkenalkan pick up ST10 atau dikenal dengan “truntung”.

Donny Ismi Saputra, Marketing Director 4W PT SIS  mengatakan, kalau kepercayaan konsumen dibuktikan dengan angka penjualan yang cukup baik. Di tengah pasar otomotif yang stagnan, penjualan kendaraan komersial Suzuki selama periode Januari–Desember 2017 berhasil terjual 44.856 unit (wholesale).

Baca juga : Suzuki Mega Carry, Bakal Bermesin Euro IV

“Bahkan, lini kendaraan komersial Suzuki menjadi market leader yang berhasil meraih 45.1 persen dari total market share. Kendaraan komersial ini pun menjadi backbone penjualan Suzuki secara keseluruhan dengan kontribusi sebesar 40 persen,” kata Donny, Kamis (1/3/2018).

Beberapa pengusaha yang sudah kepincut dengan produk komersial Suzuki, bahkan tidak tanggung-tanggung memborongnya untuk armada bisnis. Salah satu pengusaha di bidang distribusi air mineral mengaku bahkan sampai membeli ratusan unit.

Konsumen Suzuki dan jajaran manajemen Suzuki Indonesia.KOMPAS.com / GHULAM M NAYAZRI Konsumen Suzuki dan jajaran manajemen Suzuki Indonesia.

“Kami sudah mulai membeli Suzuki Mega Carry  sejak 10 tahun lalu, di mana mulai memboyong sekitar 50 unit. Kemudian berlanjut 100 unit dan terakhir kami bisa mencapai 200 unit. Total armada kami keseluruhan 400 unit, dan 50 persennya adalah Suzuki,” ujar Presiden Direktur PT Balina Agung Perkasa, Ferry Tjendekiawan.

“Pilihan jatuh ke Suzuki karena mesin dan sasisnya terbilang kuat dan handal, dari segi konsumsi bahan bakar juga irit penting untuk bisnis. Kami juga tak sulit mendapatkan suku cadangnya. Satu lagi yang menarik adalah resale value-nya yang masih bagus, di mana peremajaan kami lakukan rata-rata 8-10 tahun,” kata Ferry.

Begitu juga dengan Darma Kumara, pemilik perusahaan Emerald Multi Industri atau Purnama Furniture. Dirinya mempercayakan pada mobil komersial Suzuki, untuk mobilitas bisnisnya sehari-hari.

“Mobil angkut Suzuki Carry kami biasanya perjalanannya sekita 60-70 kilometer bahkan ada yang rata-ratanya 100 kilometer. Saat ini kami memiliki armada Mega Carry sebanyak 15 unit,” ujar Darma.

“Kami melakukan pergantian atau peremajaan sekitar lima tahun sekali dengan harga jual kembalinya yang tidak jatuh parah alias masih bagus. Selain soal kemampuan mesin dan keiritannya, saya suka karena kapasitas bak Mega Carry cukup besar,” tutur Darma.

Suzuki Mega Carry dengan modifikasi mobil toko.Dok. SUZUKI Suzuki Mega Carry dengan modifikasi mobil toko.



Close Ads X