Riding Tanpa Jaket Picu Paru-Paru Basah, Mitos atau Fakta?

Kompas.com - 27/12/2017, 18:43 WIB
Pengendara motor menggunakan masker saat mengendarai kendaraannya melintasi jalanan kota New Delhi, India. APPengendara motor menggunakan masker saat mengendarai kendaraannya melintasi jalanan kota New Delhi, India.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif - Mungkin, orang yang menyayangi Anda, seperti orangtua, saudara, isteri, atau pacar pernah mengingatkan untuk mengenakan jaket saat akan mengendarai motor, khususnya di malam hari. Alasannya, guna menghindari datangnya penyakit dalam, seperti paru-paru basah, akibat angin yang menghempas ke tubuh.

Lantas, apakah benar bahwa berkendara tanpa jaket bisa menyebabkan penyakit tersebut?

"Memang belum ada penelitian bahwa orang yang mengendarai motor tapi tidak pakai jaket itu kena penyakit paru-paru basah," kata dokter Spesialis Paru, Agus Dwi Susanto kepada KompasOtomotif, Rabu (27/12/2017).

Baca juga : Belajar Safety Riding Sebelum Touring

Namun secara teori dan logika, lanjut Agus, orang yang mengendarai motor tanpa jaket berpotensi lebih besar terkena penyakit pada bagian paru-parunya daripada orang yang mengenakan jaket.

Aktivitas pernafasan orang yang tidak mengenakan jaket saat mengendarai motor akan berjalan tidak normal. Penyebabnya, adanya tekanan udara dari luar bagian dadanya. Padahal, saat menghirup udara terdapat berbagai kuman atau partikel jahat yang ikut terbawa ke dalam paru-paru. Oleh karena itu, udara dan partikel jahat itu harus dikeluarkan, yakni ketika menghembuskan nafas.

Antrean pengendara motor di ruas Jalan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). Arus pemudik bersepeda motor diperkirakan akan melonjak mulai malam ini hingga satu hari sebelum Lebaran Idul Fitri 1436 H. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Antrean pengendara motor di ruas Jalan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/7/2015). Arus pemudik bersepeda motor diperkirakan akan melonjak mulai malam ini hingga satu hari sebelum Lebaran Idul Fitri 1436 H.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Agus, maka bagian dada perlu perlindungan seperti menggunakan jaket atau rompi pelindung, Sehingga aktivitas bernafas tetap berjalan normal ketika berkendara.

"Kalau dikatakan korelasi langsung dengan penyakit paru-paru basah, ya tidak ada. Tapi tanpa menggunakan jaket ini meningkatkan risiko. Misalnya ada kuman masuk, tapi kamampuan bernafasnya terhambat. Kemudian, kuman itu mengendap. Oleh karena itu, korelasinya enggak langsung tapi bersifat akumulatif," kata Agus.

Baca juga : Instruktur ?Safety Riding? Indonesia, Jadi Tiga Terbaik Dunia

Adapun mengenai paru-paru basah, menurut Agus, hanyalah istilah dari salah satu jenis penyakit pada paru-paru. Penyakit lain yang juga bisa timbul adalah tuberculosis (TBC).

"Penyakit paru-paru basah kan pemahaman (istilah oleh) orang awam saja. Tapi secara terminologi, maksudnya adalah peradangan di bagian paru-paru karena kuman," kata Agus. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X