Yamaha Berharap Keadilan pada Perkara Kartel

Kompas.com - 12/01/2017, 16:23 WIB
Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah). Febri Ardani/KompasOtomotif Pihak Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menghadiri sidang lanjutan dugaan kartel di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Jakarta, Senin (9/1/2017). Minoru Morimoto Presiden Direktur YIMM (berdasi biru) dan Chief Operating Officer (COO) YIMM serta Executive Officer Yamaha Motor Company (YMC) Japan Dyonisius Beti (berdasi merah).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Proses persidangan dugaan kartel dari Pelapor, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kepada Terlapor I (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan Terlapor II (Astra Honda Motor), mendekati putusan dari majelis komisi.

Pihak Yamaha yang diberatkan dengan bukti dari tim investigator KPPU berupa dua email internal para petingginya, mengatakan, apapun keputusan akhir diharapkan tetap mendukung industri otomotif.

“Kami mengharapkan keputusan KPPU akan memberikan iklim investasi yang sehat dan baik untuk Indonesia. Kami percaya majelis akan bertindak seadil-adilnya untuk perkara ini,” kata Chief Operating Officer (COO) YIMM Dyonisius Beti, usai sidang pembacaan kesimpulan di kantor KPPU, di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Investor Kabur

Ketua Umum Asosiasi Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata pada akhir tahun lalu pernah menjelaskan, dugaan kartel Yamaha-Honda, walau belum diputuskan benar atau tidak oleh pengadilan, bisa berdampak negatif pada iklim industri. Investor bisa kabur karena melihat kondisi seperti itu.

Dyonisius juga sadar kekhawatiran itu, dia mengatakan harapannya agar Yamaha Motor Company, tetap melakukan investasi.

“Kami meminta juga kepada investor asing kami, yaitu prinsipal di Jepang untuk terus melakukan investasi di Indonesia. Antara lain untuk meningkatkan produksi global model di Indonesia yang baru saja kami lakukan seperti R25, NMAX, maupun model selanjutnya, Aerox, dan lain sebagainya,” kata Dyonisius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yamaha berharap bakal terus ada transfer teknologi sebab Yamaha Indonesia disebut sudah mendirikan pusat riset dan pengembangan. Fasilitas itu untuk memperkuat usaha Yamaha Indonesia menjadi pusat untuk ekspor global Yamaha. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.