Yamaha MotoGP Pindahkan Tangki Bahan Bakar ke Buritan

Kompas.com - 06/12/2015, 13:19 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Tokyo, KompasOtomotif – Selain isu terbesar pergantian ban dari Bridgestone ke Michelin, hal menarik lain pada musim 2016 nanti adalah keputusan Yamaha yang mulai mencoba memindahkan tangki bahan bakar ke bagian buritan sepeda motor.

Jika biasanya tangki ada di depan pengendara (pada umumnya di bawah jok), kini dipindahkan ke buntut. Belum diketahui pasti bentuk dari tangki bahan bakar Yamaha itu, hanya sekilas tampak dipakai Katsuyuki Nakasuga saat menggunakan wild card di GP Jepang, Motegi, beberapa waktu lalu.

Ternyata, sepeda motor dengan tangki di belakang itu sudah digunakan juara MotoGP 2015 Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi dalam tes private di Aragon (September) serta Valencia (November).

”Sepeda motor 2016 yang kami coba di Aragon sudah beradaptasi dengan ban Michelin demi performa terbaik. Tangki bahan bakar ada di buritan, tepat di belakang jok. Sebelumnya ada di depan jok,” kata Lorenzo mengonfirmasi kebenaran pemindahan tangki.

Alasan teknis
Menurut crash.net (4/12/2015), jika Bridgestone lemah di bagian belakang, Michelin kurang baik di depan (belakang lebih mendominasi). Banyak yang beranggapan, distribusi berat harus dipindah.

”Memang berbeda kesimbangan cengkeraman (dengan Michelin, musim depan kami juga akan membawa dua liter bahan bakar lebih banyak, sehingga kami butuh ruang lebih banyak,” kata Manajer Tim Lorenzo di tubuh Movistar Yamaha, Wilco Zeelenberg.

Ya, mulai tahun depan, semua peserta di MotoGP boleh membawa 22 liter bahan bakar. Ini akibat dari ECU universal yang ternyata lebih haus bahan bakar.

”Ini belum selesai (diputuskan) soal pemakaian tangki. Kami tahu akan membawa dua liter lebih banyak untuk diletakkan di bagian sepeda motor, dan ide ini tercipta. Kami masih terus mencobanya,” ujar Zeelenberg.

Zeelenberg juga menambahkan, bahwa pada dasarnya tangki bahan bakar baru bisa diletakkan di mana saja, tapi tidak bisa minta ruang lebih banyak di depan, karena ada airboks. Jika airboks dibuat lebih kecil, tentu akan menimbulkan masalah.

Pria Belanda itu menyimpulkan bahwa tangki bahan bakar di belakang itu adalah bagian dari percobaan tim untuk mencari setelan, bobot, dan geometri yang tepat untuk mengimbangi performa ban Michelin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.