GPS Mobil "Tenggelam" karena Ponsel Pintar

Kompas.com - 03/12/2014, 14:00 WIB
Tren GPS tambahan pada mobil mulai menurun akibat maraknya penggunaan smartphone. thrumylens.orgTren GPS tambahan pada mobil mulai menurun akibat maraknya penggunaan smartphone.
EditorDonny Apriliananda

Jakarta, KompasOtomotif – Beberapa tahun lalu, saat GPS atau alat navigasi tambahan yang dipasang pada mobil sedang booming, banyak pengguna yang rela membeli dengan harga mahal. Tak terkecuali biaya tambahan bulanan untuk menggunakan peta dan sebagainya. Kini, fenomena itu tak lagi heboh.

Semakin banyak pemain di bisnis ini membuat perang harga dan fitur tak bisa dihindari. Mulai dari merek lokal sampai merek mahal, sama-sama menawarkan paket menarik. Lalu muncul smartphone dengan aplikasi navigasi yang bisa diunduh gratis dan simpel. GPS tambahan untuk mobil pun semakin tertekan.

”Tren menurun sudah mulai terasa sejak pertengahan tahun lalu (2013). Sampai sekarang pasarnya cenderung negatif. Ponsel pintar sudah menjadi pilihan, karena bersifat multifungsi hanya dengan satu device,” kata Alamsyah, Head of Bussiness Development PT Super Spring, produsen GPS navigasi dan pelacak, (2/12/2014).

Meski tren penggunaan ponsel pintar untuk bernavigasi terus naik, namun masih ada kelemahan smartphone saat dipakai bernavigasi. Misalnya, tiba-tiba terdapat panggilan masuk, atau baterai yang cenderung boros. Alamsyah mengatakan bahwa peminat GPS navigasi tetap ada dan perlu dipelihara.

Celah
Kini para pemain GPS navigasi semakin fokus mencari celah. Selain alat navigasi, produsen juga mulai gencar melakukan promosi pada GPS jenis pelacak. Pasar taksi yang tak mungkin menggunakan ponsel berbasis Android atau iPhone juga menjadi bidikan lain.

”Pasar-pasar itu yang masih bisa digarap. Trennya sedang naik. Kami sebagai produsen tentu menyiapkan infrastruktur aftersales di pasar GPS pelacak, mulai dengan pengunduhan data sampai server tambahan,” urai Roby Oktober, Head of Marketing and Sales PT Super Spring.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.