Thailand Ajak Indonesia Kuasai Seperempat Pasar Otomotif Dunia

Kompas.com - 31/10/2014, 09:47 WIB
Produksi Toyota di pabrik Karawang, Jawa Barat. Agung KurniawanProduksi Toyota di pabrik Karawang, Jawa Barat.
|
EditorDonny Apriliananda

Bangkok, KompasOtomotif – Thailand menganggap persaingan otomotif dengan Indonesia dan negara berkembang lainnya di Asia Tenggara perlu disikapi positif dengan visi lebih luas. Masyarakat Ekonomi ASEAN segera bergulir, dan negara–negara dengan kemampuan produksi mobil sebaiknya bersatu menjadi kekuatan besar menghadapi tantangan global.

Menurut data organisasi independen yang menaungi hampir seluruh pelaku otomotif di Negeri Gajah Putih, Thailand Automotive Institue (TAI), ada empat negara penyumbang terbesar total produksi mobil di ASEAN pada 2013.

Komposisi paling dominan adalah Thailand dengan total produksi 2.457.057 unit atau mewakili 57 persen. Sementara produksi mobil yang dilakukan di Indonesia mencapai 1.208.211 unit pada 2013. Tempat ketiga diisi Malaysia yang sanggup melahirkan 601.407 unit. Belakangan, Filipina perlahan mengikuti perkembangan dengan 79.169 unit mobil yang telah diproduksi.

Kekuatan
Dalam kunjungan perwakilan media asal Indonesia ke kantor pusat TAI di Kluaynamthai, Bangkok, Kamis (30/10/2014), Presiden TAI Vichai Jirathiyut mengatakan Thailand tak menganggap Indonesia sebagai kompetitor.

Setiap negara di ASEAN punya karakteristik masing-masing. Produksi Thailand lebih banyak pikap 1 ton, Indonesia untuk MPV/SUV, dan Malaysia adalah mobil penumpang. Inilah yang menjadi kekuatan dasar pasar yang siap diolah, tujuannya tentu menarik investor asing semakin luas.

"Kalau pandangan orang yang tidak mengenal industri otomotif, Thailand, Indonesia, dan Malaysia dianggap berkompetisi. Tapi pandangan TAI bukan begitu. Industri ASEAN justru menjadi magnet untuk menarik investasi dari Amerika Serikat dan Eropa. Tiga negara ASEAN itu punya kelebihan masing-masing. Jika ketiganya bergabung, kita bisa menjadi pusat produksi untuk melawan pasar global," ujar Vichai.

Ide ini belum pernah dibicarakan dengan pemerintah setiap negara, namun TAI beranggapan, bila teralisasi, kekuatan tiga negara otomotif besar di ASEAN akan menguasai seperempat pasar dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Thailand terbuka untuk menerima segala proposal yang digunakan untuk membangkitkan otomotif. Kalau ketiga negeri dicampur, kita bisa melawan gelombang apapun yang akan datang dari luar,” urai Vichai.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X