Mengapa Cuma Michelin yang Ikut Tender MotoGP?

Kompas.com - 26/05/2014, 10:19 WIB
|
EditorAris F. Harvenda

Paris, KompasOtomotif – Michelin sudah diumumkan bakal menjadi pemasok ban untuk para pebalap MotoGP musim 2016. Anehnya, cuma produsen ban asal Perancis itu yang ”berani” ikut tender. Padahal, masih banyak merek ban kelas dunia lain yang berpotensi ikut bersaing. Dunlop dan Pirelli misalnya, yang sering ”nempel” di ajang balap dunia.

Dari pernyataan resmi Dorna yang dilansir MotoGP.com, memang disebut ada dua merek ban lain yang tertarik meramaikan tender. Meski tak secara gamblang menyebut merek, namun indikasi mengarah ke Dunlop dan Pirelli yang juga sudah punya banyak pengalaman memasok ban pebalap top.

Dunlop misalnya, terlibat dalam MotoGP hingga musim 2007 dan saat ini menyuplai ban untuk Moto2 dan Moto3. Dikutip Motorsport (24/5/2014), Motorsport Managing Director Dunlop, Sanjay Khanna, mengatakan, sebenarnya tertarik, namun perusahaan memilih fokus dengan apa yang dilakukan saat ini.

”Kami percaya diri dengan performa ban di berbagai ajang yang terdapat kompetisi antar pemasok ban, seperti road race dan balap ketahanan. Kami sudah membuktikan bisa menang. Namun, dengan rencana yang sudah ditetapkan pada 2015, kami memilih tak ikut tender MotoGP. Tapi hal ini bukan menutup kemungkinan untuk ikut dalam kesempatan yang sama di masa datang,” beber Khanna.

Sementara Pirelli mengungkap alasan lain soal absennya dalam proses tender. Produsen saat ini sedang terlibat untuk memasok ban di ajang World Superbike (WSBK). ”Promotornya sama (Dorna), tidak mungkin kami memasok keduanya (antara MotoGP dan WSBK),” kata Paul Hembery, Direktur Motorsport Pirelli.

Hembery mengatakan bahwa terdapat diskusi alot untuk memutuskan ikut tender apa tidak. Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, perusahaan menyatakan sudah sangat puas dengan keterlibatan di WSBK.

Tekanan
Yang pasti, saat ini Bridgestone berada di persimpangan dan menghadapi tekanan berat. Keputusan Dorna hanya memperbolehkan satu merek ban jadi pemasok (one-make tire) sejak 2009 terdapat plus minusnya. Sisi positif, produsen ban asal Jepang itu menikmati impresi sendirian, membuktikan bahwa dia yang terbaik.

Sisi negatif, mereka harus memikirkan banyak tim. Padahal, kebutuhan setiap tim berbeda-beda, mulai dari gaya membalap rider hingga karakter sepeda motor. Meski sebenarnya, keseragaman ban membuat kerja Bridgestone lebih mudah, karena apa pun jenis ban yang dibawa, tim justru yang harus menyesuaikan.

Mengapa? Karena ban adalah salah satu komponen penghasil daya cengkram. Jika kompon yang mengakibatkan kekakuan ban berubah, suspensi sepeda motor pun harus diubah untuk mengembalikan handling. Sedetail itu!

Puncaknya ketika seri balap di Phillip Island musim 2013. Dengan aspal baru, Bridgestone mendapat tekanan dari semua tim karena ban cepat habis. Karena itulah, Dorna untuk pertama kali dalam sejarah, memangkas jumlah putaran hanya untuk seri itu. Bahkan pebalap harus masuk pit untuk ganti sepeda motor dengan ban baru agar tetap bisa melaju dengan aman.

”Open-tire”
Tekanan-tekanan yang dihadapi Bridgestone mungkin akan dirasakan juga oleh Michelin kelak. Dengan beragamnya kebutuhan tim dan pebalap, seharusnya peraturan open-tire (tim bebas memilih manufaktur ban pemasok) lebih baik. Tim dan pemasok ban bisa menyesuaikan dengan arah pengembangan sepeda motor dan gaya pebalap masing-masing.

Valentino Rossi yang sudah merasakan pahit-getirnya ajang ini sejak muda, angkat bicara. Dikatakan, mundurnya Bridgestone adalah berita buruk, karena produsen itu sudah berjuang hingga memiliki ban terbaik yang diinginkan. ”Yang jelas, kualitas (Bridgestone) tinggi dan saya tidak tahu apakah pemasok lain bisa sampai pada level yang sama. Saya khawatir,” tukasnya.

Dengan sederet tekanan itu, Michelin diharapkan mampu mengatasinya. Terlepas dari biaya jutaan dollar yang sudah jelas akan mengalir, dengan status sebagai pemasok ban tunggal MotoGP, jaminan citra merek naik berlipat-lipat sungguh terbuka lebar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.