Polusi Mencekam, Warga Paris Dilarang Berkendara

Kompas.com - 18/03/2014, 08:00 WIB
Akibat polusi udara yang sangat buruk  di kota Paris, Perancis, membuat ikon kota itu, Menara Eiffel tak bisa terlihat jelas. IndependentAkibat polusi udara yang sangat buruk di kota Paris, Perancis, membuat ikon kota itu, Menara Eiffel tak bisa terlihat jelas.
|
EditorAris F. Harvenda

Paris, KompasOtomotif - Mulai Senin (17/3/2014), hampir sebagian besar populasi mobil bermesin diesel dan bensin di Paris, Perancis, dilarang beredar di jalan. Hal tersebut dilakukan demi menghilangkan “awan hitam” di sebelah Utara Perancis yang terbentuk akibat polusi. Sejak 5 pagi waktu setempat, hanya mobil listrik dan hibrida atau kendaraan lain dengan izin khusus yang boleh digunakan di dalam kota. Tidak hanya mobil pribadi, tapi bus, taksi, unit darurat, dan kendaraan berkapasitas tiga orang atau lebih, termasuk truk tidak diperbolehkan.

Ketentuan ini terus berlanjut hingga cuaca dan iklim berubah, kendaraan pendatang juga harus mematuhi peraturan.

Polusi tidak terlihat yang berasal dari knalpot, hasil industri, dan pertanian terperangkap di antara embun hasil proses perubahan suhu (panas terlalu terik di siang hari dan udara sangat dingin di malam hari). Akumulasi kejadian ini menyentuh tingkat pencemaran terburuk sejak 2007.

Tidak Ada Pilihan
Organisasi otomotif setempat mengeluh terhadap peraturan yang dirasa berlebihan, dan bisa sangat menyulitkan aktivitas masyarakat. Namun pemerintah mengatakan tidak ada pilihan lain. “Tingkat polusi adalah isu kesehatan. Kami berkewajiban untuk melakukan aksi,” tutur Menteri Kesehatan Perancis.

60 persen warga bergantung pada mesin diesel. Sejak 1960, industri otomotif dan pemerintah menyebarkan citra diesel lebih ramah lingkungan dibandingkan bensin. Pabrikan seperti Renault dan Peugeot-Citroen telah menginvestasikan dana besar untuk pengembangan mesin diesel di Perancis.

Sama seperti di India, harga bahan bakar solar lebih murah. Selama dua dekade, peringatan bahwa kampanye pemerintah soal diesel adalah kesalahan, terus digaungkan. Namun berturut-turut, kenaikan banderol solar yang digunakan dua per tiga pengendara ini selalu ditunda.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X