Amerika Serikat Ingin Terapkan Sistem Komunikasi Antarmobil

Kompas.com - 04/02/2014, 15:11 WIB
Sistem komunikasi antarmobil car-to-carSistem komunikasi antarmobil
|
EditorAris F. Harvenda

Washington, KompasOtomotif - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berencana merancang sistem teknologi yang bisa membuat seluruh kendaraan bisa memonitor dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Hal itu diungkapkan Transportation Secretary AS, Anthony Foxx, yang juga menjelaskan tujuannya guna mengurangi jumlah kecelakaan hingga 80 persen.

Gabungan industri otomotif AS menyatakan kesiapannya menghadapi permintaan tersebut. Dikatakan, setiap mobil butuh pemancar yang terus bekerja secara konstan memberikan infomasi, seperti posisi, arah, kecepatan, dan lainnya, 10 kali per detik ke semua arah menggunakan sinyal radio, cara kerja mirip Wi-Fi.

Selain itu mobil juga butuh radar untuk menerima dan mengolah informasi tersebut. Seluruh sistem ini bisa menyatu dengan fitur keamanan untuk memaksimalkan perlindungan kecelakaan. 

“Ini akan mengganti cara berkendara yang selama ini kita sudah pahami.  Seiring waktu, kita akan melihat jumlah kecelakaan yang drastis menurun. Pabrikan akan kembali memikirkan desain dan konstruksi mobil, sebab sekarang mereka tidak lagi membangun mobil agar tahan kecelakaan, namun bagaimana membuat mobil yang bisa menghindari potensi itu,” ujar Scott Belcher, President dan CEO Intelligent Transportation Society of America.

Waktu
Titik berat penggunaan untuk mobil penumpang dan komersial. Namun butuh waktu bertahun-tahun hingga sistem baru ini bisa menuai dampak positif.

Perusahaan teknologi komunikasi, Qualcomm mengatakan, saat mobil dengan kelengkapan sistem komunikasi antarmobil mulai diproduksi, setidaknya perlu 15 tahun untuk mengganti setengah kendaraan yang telah beredar di AS. Sebagai perbandingan, 5-6 juta mobil baru dipasarkan setiap tahun.

Ponsel
Sekitar 45 persen masyarakat AS pengguna aktif smarthphone dan jumlahnya makin bertambah. Pengamat mengatakan GPS pada ponsel pintar bisa digunakan sebagai basis pertukaran informasi. Syaratnya, ponsel harus terintegrasi lebih dulu ke komputer mobil.

Qualcomm menyatakan, dengan cara ini ada kemungkinan 50 persen penetrasi pasar dapat tercapai hanya 5 tahun.

Pedestrian
Koneksi ponsel dan sistem juga menambah keuntungan buat pejalan kaki, pesepeda, dan pesepeda motor. Pengemudi mobil mendapat peringatan setiap kali ada potensi tabrakan dengan objek lain saat berlalu-lintas. Informasi terus diberikan walaupun kondisi di luar mobil gelap, seperti malam hari.

Menurut catatan, 4.700 pejalan kaki telah terbunuh dan 76.000 cedera akibat kecelakaan lalu-lintas pada 2012.

Masalah
Baterai  yang tidak tahan lama jadi masalah besar terkait pemakaian ponsel pintar untuk sistem komunikasi kendaraan. Daya tahan dikatakan hanya sekitar 3-4 jam. Selain itu, penentuan frekuensi radio masih belum bisa dipastikan. Ditambah lagi, sistem GPS mungkin saja tidak presisi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber foxnews
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X