Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Segmentasi Konsumen Jadi Tantangan Jualan Mobil Listrik di Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan positif, dengan kurva peningkatan cukup stabil dari rekap per-semester dan per-tahun.

Kendati demikian, evaluasi lebih lanjut masih dibutuhkan oleh para pelaku industri otomotif, supaya pertumbuhan jumlah mobil listrik bisa lebih cepat meningkat.

Harry Sendiko, CEO Marketplace Mobil Baru Galemoru sekaligus Mantan Komisaris PT Astra International Daihatsu menjelaskan, satu tantangan yang dihadapi oleh industri mobil listrik saat ini adalah segmentasi pasarnya masih sempit.

Menurutnya, mayoritas konsumen pembeli mobil listrik adalah kategori emotional buyer. Sebaliknya, konsumen pembeli mobil konvensional adalah logical buyer.

“Karena mayoritas konsumennya masih emotional buyer, segmentasi pasarnya jadi sempit. Bisa dikatakan, hampir tidak ada jenis pengguna pertama,” ucapnya saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (7/12/2023).

Dia menjelaskan, kategori emotional buyer cenderung membeli mobil berdasarkan keinginan belaka, tanpa adanya beban pertimbangan lain. Jika digeneralisasi, jenis ini umumnya adalah masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas.

Sebaliknya, kategori logical buyer masih sangat memeintingkan banyak faktor ketika membeli mobil, mulai dari sektor aftersales, kualitas, performa jangka panjang, dan semacamnya. Konsumen jenis ini justru mendominasi pasar dari segi jumlah.

“Konsumen logical itu yang jumlahnya paling banyak, harus dikuasai dan dijangkau kalau mau penjualan (mobil listrik) meningkat,” ucapnya.

Harry lanjut membagikan rekap data terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Untuk penjualan mobil listrik, terlihat jika volume penjualannya masih terpaut jauh dibandingkan mobil konvensional.

Berdasarkan data penjualan periode Januari - Juni 2023, penjualan mobil listrik tercatat sebanyak 5.849 unit, masih jauh di bawah total wholesales penjualan mobil yang jumlahnya 505.985.

Supaya data tersebut meningkat, Harry menyebut jika layanan aftersales serta sosialisasi harus lebih ditingkatkan. Menimbang mobil listrik masih teknologi baru, kepercayaan konsumen adalah poin utama yang harus diprioritaskan.

“Sekarang kan angkanya (jualan mobil listrik) masih dua persen, kalau penetrasinya diperbaiki, mungkin tahun depan bisa jadi 5 persen atau 10 persen (dari total penjualan mobil),” kata dia.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/12/07/181200415/segmentasi-konsumen-jadi-tantangan-jualan-mobil-listrik-di-indonesia

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke