Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Alasan Honda Tetap Setia Pakai Mesin 1.5L buat WR-V

JAKARTA, KOMPAS.com - Tidak seperti kompetitor terkuatnya di segmen small SUV, Honda WR-V masih tetap mempertahankan mesin berkapasitas 1.500 cc, bukan memakai 1.000 cc turbo.

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menjelaskan, hal tersebut dikarenakan mesin 1.5L i-VTEC DOHC telah terbukti cocok digunakan di beragam kontur jalan Indonesia dan hemat bahan bakar.

"Dalam pengembangan mobil ini, kita melakukan berbagai macam studi tidak terkecuali mesinnya selama lima tahun belakangan. Hasil yang kami dapat, 1.5 liter sangat cocok untuk kondisi alam dan kebutuhan konsumen," kata dia saat peluncuran WR-V, Rabu (2/11/2022).

Apalagi, mesin yang sama sudah disematkan pada HR-V dan BR-V baru yang memang terbukti tangguh ketika dibawa jalanan naik-turun, bergelombang, sampai berlubang.

Di samping itu, penggunaan mesin 1.500 cc pada WR-V juga tak terlepas dari pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), di mana mobil tetap bisa mendapatkan instrumen perpajakan terendah.

"Hasil tes kami mesin ini juga mendapatkan pajak emisi yang terendah. Jadi (emisinya) di bawah 150 gr per km. Jadi tidak perlu khawatir konsumsi BBM-nya boros, tidak sama sekali," ucap Billy.

Untuk diketahui, WR-V menggunakan mesin 1.5L i-VTEC DOHC 4 silinder segaris DBW yang mampu menghasilkan tenaga 121 PS pada 6.600 rpm dan torsi 145 Nm di 4.300 rpm.

Kendati serupa dengan mesin HR-V dan BR-V, pihak Honda telah melakukan penyesuaian khusus pada bagian ECU di mobil seiring dimensi yang lebih kompak sehingga karakteristiknya sedikit beda.

Di sisi lain, kompetitornya seperti Toyota Raize dan Daihatsu Rocky memiliki plihan mesin dengan kapasitas lebih rendah, yaitu 1.000 cc turbo dan 1.200 N/A.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/11/04/122200115/alasan-honda-tetap-setia-pakai-mesin-15l-buat-wr-v

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke