Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Benarkah Merawat Mobil Merek Tiongkok Lebih Sulit?

SEMARANG, KOMPAS.com - DFSK jadi produk mobil yang memberikan warna baru di dunia otomotif Tanah Air. 

Produk-produknya hadir menawarkan fitur dengan harga yang bisa dibilang berani bersaing melawan rival-rivalnya dari merek Jepang.

Sayang, banyak pecinta otomotif yang meragukan soal masalah purnajual dari kebanyakan merek asal China yang tak sebaik produsen Jepang. 

Konsumen juga banyak yang mencemaskan soal durabilitas kendaraan, ketersediaan komponen, hingga mindset perbaikan yang sulit.

Lantas apakah benar demikian? 

Kepala Bengkel DFSK Semarang Dani Sutomo mengatakan, perawatan keseluruhan komponen mesin, suspensi, dan transmisi sama saja seperti pabrikan lain. 

"Sama, tidak ada perawatan khusus,  yang sering terdengar itu kan persepsi lama, banyak yang menganggap mobil China performanya buruk, sering mogok atau suku cadang susah. Kita tetap jamin pelayanan terbaik kepada konsumen, baik penanganan darurat atau servis rutin berkala," kata Dani kepada Kompas.com, Senin (31/10/2022). 

Menjawab keluhan seperti kerusakan yang tidak wajar, menurut Dani, jenis-jenis masalah yang ditangani hingga detik ini terbilang relatif normal.

Jika dikategorikan berdasarkan level, tidak ada penyakit kronis, tercatat beberapa kasus yang menyebabkan mobil tak bisa di starter hanya karena sensor rem macet. 

"Kerusakan elektrikal kendaraan tergolong normal, cuma sensor rem yang macet. Beberapa kasus Glory 580 gagal starter karena mekanisme kerja harus di awali menginjak pedal rem. Sensor rem fungsinya ganda sekaligus terhubung modul starter," katanya. 

Sementara untuk kerusakan komponen seperti transmisi sempat pula menangani, namun seluruhnya karena kesalahan pemakaian. 

Mengenai adanya mobil DFSK Glory 580 yang gagal nanjak beberapa waktu lalu, Dani menyebut, di Semarang pernah ada satu kasus serupa. 

"Langsung ditangani secara khusus, kita koordinasikan DFSK pusat. Ternyata, berdasarkan hasil analisa IC transmisi harus diganti," kata Dani. 

Sektor lain yang kerap dikeluhkan pemilik mobil adalah kerusakan komponen kaki-kaki. Namun, kata dia, faktor penentunya karena usia pakai. 

"Rusak seperti biasa, memang karena sudah masuk jadwal pergantian komponen. Banyak dibilang jadi penyakit umum DFSK Glory 560, dan 580, tidak benar. Normal, setiap komponen ada batas usia pemakaian," tutup Dani. 

https://otomotif.kompas.com/read/2022/11/01/103100315/benarkah-merawat-mobil-merek-tiongkok-lebih-sulit-

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke