Salin Artikel

Kecelakaan Bus di Wonosobo, Pengamat Soroti Uji KIR

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan maut yang melibatkan kendaraan besar belum lama ini terjadi di Jalan Wonosobo turut simpang empat pasar Kertek, Sabtu (10/9/2022) dini hari.

Kecelakaan tersebut disebabkan bus pariwisata yang mengalami rem blong saat melewati jalanan lurus. Alhasil bus tersebut kehilangan kendali dan menabrak Mitsubishi L300 yang melaju searah, kemudian menabrak Kijang Innova dan Nissan Livina.

Akibat kejadian tersebut, 6 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua orang lainnya luka-luka.

Terkait kejadian ini, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyoroti masa berlaku uji KIR bus tersebut yang sudah berakhir sejak Februari 2022.

“Pemilik bus pariwisata beralamat di Probolinggo adalah PT Elrayan Putra Mandiri telah lewat masa aktifnya. Baik masa berlaku izin penyelenggaraan angkutan pariwisata sudah berakhir 8 November 2022 dan uji berkala (KIR) terakhir dilakukan pada 26 Februari 2022,” ucap Djoko kepada Kompas.com, Minggu (11/9/2022).

Sebagai informasi, uji KIR merupakan serangkaian pengujian atau pemeriksaan bagian-bagian kendaraan bermotor dalam rangka memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Uji KIR ini dilaksanakan di unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) dinas perhubungan (dishub) kabupaten/kota terkait dan pemeriksaannya dilakukan oleh penguji yang memenuhi persyaratan.

Untuk kendaraan yang memenuhi kelaikan akan disahkan oleh pejabat yang ditunjuk dan akan diberikan tanda uji.

Kendaraan yang wajib melakukan uji KIR adalah kendaraan niaga atau yang mengangkut penumpang umum dan barang, seperti bus, semua jenis truk, taksi, pikap dan angkutan umum.

Berdasarkan informasi dari laman Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang, prosedur uji KIR dimulai dari pendaftaran, pembayaran, proses pengujian kendaraan, pengumuman hasil pemeriksaan, penyerahan bukti lulus uji (smart card/sertifikat/stiker), dan kendaraan sudah bisa beroperasi.

Sementara itu, untuk proses pengujian kendaraan dalam uji KIR terdiri dari serangkaian yang meliputi pra uji, emisi gas buang, uji kolong, uji lampu, uji kedalaman alur ban, uji rem, uji speedometer, dan uji kebisingan.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 133 Tahun 2015 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor (Permenhub PBKB), disebutkan uji KIR dilakukan setahun setelah Surat Tanda Kendaraan Bermotor (STNK) diterbitkan.

Setelah itu, uji KIR harus dilakukan 2 kali dalam satu tahun, karena masa berlaku hasil uji KIR hanya 6 bulan saja.

Adapun sanksi bagi kendaraan yang tidak melakukan uji KIR dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Sanksi yang diberikan bersifat administratif yang terdiri dari peringatan tertulis, pembayaran denda, pembekuan izin hingga pencabutan izin.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/09/12/141200215/kecelakaan-bus-di-wonosobo-pengamat-soroti-uji-kir

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.