Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Harga BBM Naik, Tarif Ojek Online Masih Belum Berubah

Kenaikan BBM ini menjadi langkah Pemerintah Indonesia menghadapi gejolak minyak dunia. Maka dari itu, harga BBM di dalam negeri tidak bisa ditopang dengan memberikan subsidi dari APBN.

Hal ini tentu berimbas pada pengguna sepeda motor yang memakai dua jenis BBM tersebut. Tak terkecuali bagi para driver ojek online (ojol) yang mengandalkan sepeda roda dua sebagai sumber mata pencahariannya.

Pasalnya, dengan biaya kebutuhan bahan bakar meningkat, sementara tarif ojol tetap sama, jelas akan berdampak langsung pada penghasilan kelompok pengemudi ojol. Sebab, BBM termasuk modal yang wajib dikeluarkan.

Meski begitu, beberapa perusahaan penyedia jasa aplikasi hingga saat ini terpantau belum menaikan tarif ojek online terkait adanya imbas dari kenaikan harga BBM.

Rubi W. Purnomo, Senior Vice President Corporate Affairs Gojek mengatakan, dalam menjalankan usaha, pihaknya senantiasa patuh pada peraturan dan perundangan yang berlaku, termasuk peraturan terkait tarif layanan transportasi online.

“Saat ini kami juga tengah mempelajari adanya kenaikan harga BBM dan kaitannya dengan operasional layanan Gojek serta para mitra kami. Kami terus berupaya memastikan layanan terbaik bagi pengguna layanan Gojek dengan harga yang wajar dan kompetitif,” ucap Rubi, kepada Kompas.com, Senin (5/9/2022).

Hal senada juga diungkapkan oleh Dewi Nuraini, Head, Corporate & Policy Communications, Grab Indonesia, Ia mengatakan, saat ini kami pihaknya masih memantau situasi seiring dengan keputusan pemerintah terkait BBM yang berlaku pada 3 September 2022.

“Kami akan memberikan informasi lebih lanjut apabila terdapat penyesuaian yang memengaruhi para pelanggan maupun mitra Grab Indonesia. Sebagai pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia, Grab Indonesia akan senantiasa mendukung segala upaya pemerintah dalam memajukan industri transportasi dan UMKM di Tanah Air,” kata Dewi.

Sebelumnya, Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mengatakan, kenaikan harga BBM (terutama untuk Pertalite) tentu sangat berdampak pada bagi para driver ojek online baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dampak secara langsung yaitu, pengemudi ojek online harus menanggung beban biaya operasional (BBM) dengan kenaikan 30 persen. Sementara untuk dampak tidak langsung, berimbas pada naiknya harga bahan kebutuhan pokok, serta biaya perawatan dan pemeliharaan sepeda motor bagi pengemudi ojek online.

Maka dari itu, Igun berharap, pemerintah sebagai regulator bisa segera menyesuaikan tarif ojol di seluruh Indonesia agar setara dengan kenaikan harga BBM jenis Pertalite.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/09/05/142100015/harga-bbm-naik-tarif-ojek-online-masih-belum-berubah

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.