Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kenapa Ganti Roller dan V-Belt Skutik Harus Bareng?

SEMARANG, KOMPAS.com - Para pemilik sepeda motor matik sering mengeluhkan masalah-masalah yang berasal dari komponen CVT. Salah satunya bunyi suara berisik ketika mesin pertama kali dinyalakan, atau tarikan motor berat di tanjakan. 

Tak lain, hal tersebut bisa dikarenakan soal roller dan v-belt yang sudah berumur sehingga menghasilkan bunyi kasar. 

Karena itu, pemilik skutik harus mengganti komponen tersebut. Tapi banyak juga yang hanya mengganti salah satu dengan alasan keterbatasan dana.

Lantas apakah hal tersebut sah-sah saja dilakukan?

Kepala Bengkel Honda Zirang Motor Semarang Nurhadi Muslim mengatakan, kedua part CVT matik tersebut dijual satu paket karena durabilitas ketahanan part roller dan v-belt yang tidak sama kemungkinan timpang. 

"Jadi, kalau ganti salah satu part saja baik v-belt atau roller tidak presisi. Roller baru dan v-belt lawas jika di pasang bareng celah antar kedua komponen tidak rapat," katanya kepada Kompas.com, belum lama ini. 

Dia melanjutkan, dari usia pemakaian pabrikan menyarankan pergantian kedua komponen tersebut setiap 24.000  kilometer (km) sekali.Kelewat batas waktu yang ada malah biaya perbaikan bisa membengkak diluar dugaan. 

Sama saja rantai gear motor manual, kata dia, sebaiknya pergantian roller dan v-belt bareng. Manfaatnya juga lebih hemat biaya karena tidak harus bongkar pasang dua kali. 

"Nomor satu lebih hemat biaya, karena untuk ongkos bongkar pasang saja biayanya kurang lebih sama harga beli part baru," ucapnya. 

https://otomotif.kompas.com/read/2022/07/22/163100315/kenapa-ganti-roller-dan-v-belt-skutik-harus-bareng-

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke