Salin Artikel

[POPULER OTOMOTIF] Sebab Munculnya Bercak Karat pada Piringan Cakram Mobil | Setelah Toyota Land Cruiser 300, Lexus Juga Stop Pemesanan LX

SEMARANG, KOMPAS.com - Sering kali saat mobil habis dicuci, atau setelah melewati genangan ari dan didiamkan dalam waktu yang lama, pemilik akan melihat adanya bercak karat pada piringan cakram.

Kondisi tersebut kadang membuat pemilik kaget, karena dianggap piringan cakram mengalami korosi. Lantas apakah benar demikian?

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bengkel Honda Kusuma Siliwangi Teguh Dwi Haryanto mengatakan, bercak karat pada piringan cakram disebabkan faktor kelembapan udara.

Toyota akhirnya resmi menangguhkan pemesanan Land Cruiser 300 setelah sebelumnya mengumumkan waktu inden sampai empat tahun. Sekarang, giliran Lexus mengambil langkah serupa.

Dampak dari kekurangan pasokan suku cadang karena lockdown dan pandemi Covid-19 terus menghambat lini produksi Toyota. Dengan terus meningkatnya permintaan, Toyota akhirnya menutup sementara pemesanan Land Cruiser 300 di Jepang.

Begitu pula dengan sepupunya, yakni Lexus LX. Tidak mengherankan, karena sport utility vehicle (SUV) premium ini dibangun dengan basis yang sama seperti Land Cruiser 300.

Selengkapnya, berikut ini 5 artikel terpopuler di kanal otomotif pada Sabtu, 10 Juli 2022.

1. Sebab Munculnya Bercak Karat pada Piringan Cakram Mobil

"Tidak dipakai lembab, menimbulkan bercak seperti karat. Perubahan senyawa kimia yang terjadi pada piringan cakram karena gesekan kampas dan disc brake tidak ada lapisan pelapis metal," ucapnya kepada Kompas.com, Sabtu (9/7/2022).

Dia juga menjelaskan, bercak karat tersebut akan hilang sendirinya setelah mobil dipakai jalan. Sama halnya saat mobil habis dicuci, untuk menghilangkan karat tersebut bisa dengan menggunakan jalan lebih dulu.

"Kalau mobil baru selesai di cuci, minimal buat jalan sebentar untuk menghilangkan bercak air," ujarnya.

2. Setelah Toyota Land Cruiser 300, Lexus Juga Stop Pemesanan LX

Dapur pacunya juga dibekali mesin V6 twin-turbo. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 409 tk dan torsi maksimum hingga 649 Nm.

Kabar soal penghentian pemesanan Lexus New LX diunggah pada situs resmi Lexus.jp/models/lx/. Dalam situs tersebut, Lexus menjelaskan alasan penutupan pemesanan untuk New LX.

"Terima kasih telah mempertimbangkan kendaraan kami. LX telah diterima dengan sangat baik tidak hanya di Jepang tetapi juga di negara lain di seluruh dunia, dan saat ini kami menangguhkan pesanan, karena kami telah menerima pesanan yang jauh melebihi kapasitas produksi kami," tulis Lexus.

3. Bus Baru PO Kencana, Pakai Bodi Avante D2 Double Decker Berkelir Pink

Kencana Luxury Shuttle akhirnya merilis satu bus baru dari Karoseri Tentrem. Bodi yang digunakan adalah Avante D2, double decker mewah hasil dari karoseri yang bermarkas di Malang, Jawa Timur.

Avante D2 milik PO Kencana ini menjadi bus tingkat ketiga buatan Tentrem yang beroperasi di jalanan. Sebelumnya sudah ada PO Harapan Jaya dan PO Borlindo yang menggunakan Avante D2.

Membahas bodi bagian eksterior, PO Kencana memilih kelir pink, seperti unit Jetbus 3+ SDD yang lebih dahulu dirilis. Manisnya, PO Kencana memberikan livery dengan warna abu-abu, menambah kesan garang pada bus dengan tinggi sekitar 4 meter ini.

4. Kenapa Harus Injak Rem Saat Menyalakan Mobil Transmisi Matik?

Bagi yang terbiasa mengoperasikan mobil transmisi manual pasti akan merasakan perbedaan begitu menggunakan mobil transmisi matik. Misal, prosedur saat menyalakan mesin.

Pada mobil transmisi matik, pengemudi harus injak rem terlebih dahulu agar bisa menyala. Bahkan, pada mobil matik keluaran baru tidak bisa distarter jika pedal rem belum diinjak.

Lalu mengapa harus menginjak rem terlebih dahulu untuk menyalakan mobil matik?

5. Tanpa Subsidi, Harga Pertalite Tembus Rp 17.200 dan Solar Rp 18.150

Tanpa ada subsidi dari pemerintah untuk bahan bakar jenis Solar dan Pertalite, banderolnya saat ini bisa melambung tinggi imbas melonjaknya harga minyak mentah.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, harga keekonomian untuk Solar atau Biosolar saat ini mencapai Rp 18.150 per liter, sementara Pertalite Rp 17.200 per liter. 

Artinya, untuk setiap liter Solar yang dibeli masyarakat, pemerintah membayar subsidi sebesar Rp 13.000, sementara untuk Pertalite sebesar Rp 9.550.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/07/10/073655715/populer-otomotif-sebab-munculnya-bercak-karat-pada-piringan-cakram-mobil

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.