Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tes Rasa Berkendara Yamaha R15M buat Harian

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha R15M merupakan senjata baru Yamaha di segmen motor sport full fairing 150cc. Motor bergaya sporty ini mendapat ubahan di eksterior dan tambahan fitur.

Sebelumnya Kompas.com sudah me-review tak lama usai diluncurkan, kemudian menjajalnya sebentar di Sirkuit Sentul. Kini, Kompas.com kencan beberapa hari di jalanan Ibu Kota.

Pertama naik R15M ialah merasakan posisi duduk. Pada dasarnya posisi kaki dan tangan tidak beda jauh dengan R15 generasi sebelumnya, sehingga yang pernah mencoba pasti terbiasa.

Setang R15M sudah underyoke, buat rider Kompas.com dengan postur 168cm dan berat 76 kg masih cukup nyaman.

Kemudian dengan tinggi jok 815 mm maka pengendara dengan tinggi badan di bawah 170cm akan sedikit jinjit. Namun, masih dalam batas toleransi, tidak seperti jinjitnya balerina.

Mesin menyala dan gas diputar. Tarikan mesinnya cukup familiar dengan model sebelumnya. Tenaga mengisi dari putaran bawah sampai atas dengan distribusi yang baik.

Di atas kertas R15M mengusung mesin 155.09 cc, satu silinder, 4-Stroke, SOHC, 4 Valve, VVA, berpendingin cairan. Diameter x langkah 58.0 x 58.7 mm dan ompresi 11.6±0.4 : 1.

Mesin mampu menghasilkan tenaga 19 tk atau 14,2 kW pada 10.000 rpm dan torsi maksimum 14,7 Nm pada 8.500 rpm.

Yamaha R15M dibekali dengan quickshifter. Fitur ini sering dijumpai pada motor gede (moge), terutama yang berjenis sport fairing.

Fitur ini memungkinkan pengendara melakukan pengoperan gigi ke atas tanpa perlu menekan tuas kopling. Sehingga proses perpindahan gear menjadi lebih cepat dan nyaman untuk mendukung akselerasi berkendara.

Saat Kompas.com mencoba, fitur ini bekerja dengan cukup baik. Di putaran mesin rendah antara 2.000-3.000 masih bisa bekerja, tapi saat menaikkan gigi terasa motor menyentak.

Hal tersebut kemudian hilang jika melakukan perpindahan gigi di putaran lebih tinggi, semisal rpm 4.000 ke atas.

Fitur lain yang ada di moge dan dipakai di R15M ialah fTraction Control System (TCS). Fitur yang dapat menjaga ban belakang tidak kehilangan traksi di permukaan jalan yang licin, seperti jalanan berpasir atau basah.

Ketika TCS menyala, indikatornya dapat dilihat di instrumen klaster dengan lampu warna kuning.

Kemudian Kompas.com juga mencoba speedometer dengan dua opsi display atau tampilan, yaitu “Street” dan “Track” mode.

Untuk Street mode, tampilan speedometer lebih mendukung untuk kebutuhan berkendara harian, sementara Track mode tampilan layar dirancang untuk mendukung kegiatan hobi membalap di sirkuit.

Pada mode Street, indikator rpm-nya dimulai dari angka 1 (per 1.000), sedangkan di mode Track dimulai 6 (per 1.000). Track mode ini juga dapat menunjukan waktu lap tercepat dan yang paling lambat.

R15M juga dapat terkoneksi melalui perangkat teknologi Communication Control Unit (CCU), seperti Nmax dan juga Aerox 155.

Pengendara dapat dengan mudah memperoleh informasi terkait kondisi sepeda motor dan data berkendara secara real time melalui aplikasi Y-Connect.

Aplikasi ini bisa memberikan informasi kondisi oli dan aki, lokasi parkir terakhir, pesan masuk, data konsumsi bahan bakar, dan Revs Dashboard dengan tampilan menarik yang dilengkapi dengan eco indicator.

Kesimpulan

Yamaha R15M punya tampilan baru yang lebih segar ketimbang model lama. Desainnya mengadopsi gaya dari kakak-kakaknya yaitu YZR-M1 dan juga YZF-R7 yang belum masuk Indonesia.

Ubahan pada eksterior itu ditambah berbagai fitur untuk menggoda konsumen. Adapun soal mekanikal dan rasa berkendara buat pemakaian harian masih mirip-mirip dengan model sebelumnya.

https://otomotif.kompas.com/read/2022/01/21/100200515/tes-rasa-berkendara-yamaha-r15m-buat-harian

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke